Rumah Jokowi di Solo Termasuk Daerah Rawan Banjir, Ini yang Dilakukan BPBD
Sedikitnya 26 kelurahan di Solo digolongkan ke dalam daerah rawan banjir.
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo melakukan pemetaan wilayah rawan bencana, diantaranya rawan bencana banjir.
Sedikitnya 26 kelurahan di Solo digolongkan ke dalam daerah rawan banjir.
Termasuk rumah Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Banjarsari, Solo.
Demikian disampaikan oleh Staf Logistik dan Kedaruratan BPBD Solo, Arief Fahmi Rahmansyah, saat ditemui di kantornya, Kamis (19/10/2017) siang.
Baca: Sudah Ada 999 Mantan Teroris yang Dieradikalisasi Selama 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK
Fahmi menyampaikan, wilayah Sumber masuk dalam kategori rawan banjir kuning atau kelas B atau rawan banjir sedang.
"Kalau Kali Anyar naik pasti rumah presiden kena banjir," ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya akan memasang penanda ketinggian air sungai di Kali Anyar.
Penanda ketinggian air sungai tersebut berupa pipa berikut ukuran ketinggian yang akan dipadang di bawah Jembatan Biru, belakang Kampus UNS.
Fahmi menjelaskan, titik terdebut menjadi titik patokan banjir di berbagai daerah yang dilalui Kali Anyar.
Diantaranya beberapa wilayah di Kecamatan Banjarsari, seperti Sumber, Banyuanyar, Gilingan, Nusukan, dan Kadipiro.
Selain pemetaan derah rawan banjir, BPBD Solo juga memetakan daerah rawan pohon tumbang.
Diantaranya seperti pepohonan di Jalan Slamet Riyadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bpbd-solo_20171019_174344.jpg)