Tim Polresta Solo Selidiki Dugaan Penipuan Pesan Makanan Mencatut Nama Paspamres Jokowi
Di hotel tersebut pelaku meminta telepon genggam milik para korban dengan alasan akan dipasangi GPS agar tidak disadap orang lain.
Penulis: Labibzamani | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polresta Solo masih menyelidiki kasus dugaan penipuan bermodus pesan makanan.
"Kita masih melakukan penyelidikan kasus," kata Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, Jumat (20/10/2017), di kantotnya.
Adapun kasus dugaan penipuan pesan makanan ini terjadi pada Oktober 2017.
Pelaku berinisial B mengaku sebagai anggota Paspampres berpangkat Letkol.
Baca: Mengaku Anggota Paspampres, Seorang Pria Tipu Beberapa Pemilik Rumah Makan di Solo Raya
Ia mendatangi beberapa rumah makan di Wilayah Solo Raya.
Di antaranya di Solo, Karanganyar, Sukoharjo dan Sragen.
Pelaku merekomendasikan kepada pemilik rumah makan bahwa makanannya tersebut layak disajikan dalam pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, 8 November 2017 mendatang.
Setelah itu pelaku meminta kepada para pemilik rumah makan untuk membawa contoh menu makanan ke Hotel Novotel di Jl Gajah Mada, Solo.
Baca: Hampir 2 Tahun Menikah Belum Punya Anak, Revaldo dan Istri Berencana Jalani Program Kehamilan
Di hotel tersebut pelaku meminta telepon genggam milik para korban dengan alasan akan dipasangi Global Positioning System (GPS) agar tidak disadap orang lain.
Namun ternyata bukannya dipasangi GPS, justru telepon genggam milik para korban tersebut dibawa lari oleh pelaku.
Pelaku diduga telah melakukan aksinya sejak pertengah tahun 2017.
Sebelum beberapa korban melapor ke Mapolresta Solo, pelakudiduga telah melakukan aksi penipuan di kawasan Kartasura, Sukoharjo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-penipuan_20171020_163948.jpg)