Keluhkan Limbah Bau Busuk, Ratusan Warga Datangi PT RUM Sukoharjo
Suwardi mengungkapkan, masih ada desa lain di luar tiga desa tersebut juga terkena dampak limbah pabrik
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sekitar 300 warga dari berbagai desa mendatangi PT Rayon Utama Makmur (RUM), Desa Plesan, Nguter, Sukoharjo, Kamis (26/0/2016) siang.
Mereka adalah warga dari Desa Plesan, Desa Gupit dan Desa Celep.
Melakukan unjuk rasa terhadap limbah pabrik yang berbau busuk.
Seorang warga peserta aksi, Suwardi, mengatakan, limbah yang dikeluarkan pabrik berbau seperti tinja.
"Limbah sangat bau, seperti septic tank, membuat warga mual dan muntah, mengganggu aktivitas wargaterangnya ditemui wartawan.
Adapun aksi demo digelar dengan long march sejauh satu kilometer.
Sembari berjalan, mereka meneriakkan tuntutan unjuk rasa kepada pabrik terhadal pabrik kapas sintetis di Nguter itu.
Atribut seperti spanduk bertuliskan "Jangan Korbankan Kesehatan Kami Demi Bisnismu" juga dibawa dalam aksi.
Ada juga kertas-kertas bertuliskan "Limbahmu Meracuni Masyarakat" dibawa oleh sejumlah warga.
Suwardi mengungkapkan, masih ada desa lain di luar tiga desa tersebut juga terkena dampak limbah pabrik.
Bahkan Kecamatan Bendosari yang bersebelahan dengan Nguter tak luput terkena imbasnya.
Lanjutnya, PT RUM baru saja beroperasi, dan hingga sepekan terakhir, masih dalam tahap uji coba. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/sukoharjo_20171026_181937.jpg)