Tepat Setahun, Kereta Uap Kuno dari TMII Belum Beroperasi di Solo
PT KAI Daop VI Yogyakarta merupakan pihak yang ditunjuk untuk melakukan perbaikan kereta kuno tersebut sebelum dioperasikan.
Penulis: Imam Saputro | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tepat setahun, 17 November 2016 lalu Kereta Uap Kuno dari TMII Jakarta diboyong ke Kota Solo.
Kereta uap tersebut akan digunakan untuk mendampingi KA Jaladara sebagai kereta wisata.
Namun hingga 17 November 2017, kereta tersebut masih belum bisa dioperasikan karena masih proses perbaikan.
Saat ini kereta masih terparkir di Stasiun Purwosari, Solo.
Baca: 4 Gaya Hidup Tak Terduga Setya Novanto, Meski Kini Sedang Dihujat, Nomer 3 Malah Bikin Trenyuh
PT KAI Daop VI Yogyakarta merupakan pihak yang ditunjuk untuk melakukan perbaikan kereta kuno tersebut sebelum dioperasikan.
"Ini masih assessment, masih diobservasi sama teman-teman di lapangan," kata Wakil Ketua Daerah Operasi VI PT Kereta Api Indonesia, Ida Hidayati di Stasiun Purwosari, Rabu (15/11/2017).
Ida beralasan, kondisi kereta sudah tua sehingga perbaikan juga butuh waktu yang tidak sebentar.
Ketersediaan suku cadang kereta juga menjadi salah satu faktor perbaikan belum usai.
"Kareta juga sebagai herritage maka perbaikannya pun juga tidak seperti kereta lainnya,'' terangnya.
Kereta uap tersebut pernah menarik gerbong kereta yang ditumpangi Presiden dan Wakil Presiden RI pertama.
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo berharap kereta dari TMII itu dapat segera selesai.
'' Biar Jaladara ada penggantinya, kan tiap hari jalan, kalau ada penggantinya bisa lebih optimal melayani wisatawan," kata Rudy. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kereta-uap-1_20171117_104555.jpg)