Breaking News:

Keraton Solo Keluarkan Tiga Dandang Berusia 500 Tahun untuk Prosesi Adang di Upacara Sekaten

Pria yang akrab disapa Gusti Dipo ini menerangkan, dandang bernama Nyai Dudo telah ada sejak zaman Sultan Agung, 500 tahun lalu.

Tribun Jogja/Ikrob Didik Irawan
Warga Solo berebutan mengambil janur saat penabuhan gamelan Sekatenan dimulai 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tiga dandang atau wadah untuk menanak nasi berusia 500 tahun bakal dikeluarkan oleh Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo.

Dandang tersebut akan digunakan dalam puncak acara Sekaten 2017, yakni saat upacara Adang (menanak nasi) yang diperingati delapan sekali atau dalam tahun Dal.

Pengageng Parentah Keraton Solo, KGPH Dipokusumo, menyebut, upacara Adang merupakan serangkaian Sekaten memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW.

"Adang nasi digelar Minggu 3 Desember 2017 malam nanti di Pawon (dapur) Gondorasan (belakang Museum Keraton Solo)," ungkapnya ketika ditemui di Sasana Putra, kompleks Keraton Solo, Rabu (22/11/2017) siang.

Baca: Jaksa Tuntut Pendiri Koperasi Pandawa Hukuman 14 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Miliar

Pria yang akrab disapa Gusti Dipo ini menerangkan, dandang bernama Nyai Dudo telah ada sejak zaman Sultan Agung, 500 tahun lalu.

Selama ini, dandang tua berbahan campuran logam tembaga itu disimpan di Keputren, kompleks kediaman puteri-puteri raja.

Dandang itu hanya digunakan di tahun Dal dengan prosesi adang nasi oleh raja keraton, begitu juga prosesi adang besok Minggu dilakukan langsung oleh Paku Buwono (PB) XIII.

Pihaknya memepersiapkan sekitar 70 kilogran beras untuk dimasak juga menyediakan daging sapi berupa sate pentol sebagai lauknya.

"Hasil adang nasi nanti dibagikan kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat, pada Senin (4/12/2017)."

Mengapa Senin?

"Pada Senin itu tepat hari Senin Pon, miyosipun (lahirnya) Nabi Muhammad SAW," papar adik raja itu.

Adapun Keraton Solo tengah mempersiapkan serangkaian acara Sekaten, dimulai dengan penabuhan gamelan Sekaten pada Jumat (24/11/2017) mendatang di Masjid Agung Surakarta.

Dua gamelan Sekaten, Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari, akan dibunyikan seusai Salat Jumat, sebagai penanda Sekaten dalam Garebek Maulud dimulai. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved