Sejumlah Pelajar di Cina Mengaku Dieksploitasi untuk Bekerja Rakit iPhone X 11 Jam per Hari

Seorang siswa diminta bekerja selama 11 jam per hari. Padahal, undang-undang di Cina menyebutkan murid magang hanya boleh bekerja 40 jam per minggu

(The Verge)
Salah satu pekerja di pabrik penyuplai komponen Apple di Cina. 

TRIBUNSOLO.COM - Kemunculan iPhone X menjadi euforia di sejumlah negara.

Selain canggih, iPhone X juga dinilai prestisius bagi penggunanya.

Namun siapa sangka di balik kemewahan yang disajikan, iPhone X menoreh nestapa pada pekerjanya yang notabene adalah pelajar SMA.

Sejumlah pelajar SMA di Cina yang tengah melakukan kegiatan magang, diduga dieksploitasi oleh Foxconn, pabrikan sekaligus pemasok produk Apple di Asia.

Mereka dilaporkan dipaksa bekerja melebihi batas waktu di pabrik perakitan iPhone X.

Dari pengakuan seorang siswa, mereka diminta bekerja selama 11 jam per hari.

Baca: Berbagi Hati Mencintai Dua Orang Sekaligus, Mungkinkah?

Padahal, undang-undang di Cina menyebutkan murid magang hanya diperbolehkan bekerja selama 40 jam per minggunya.

Ironisnya, pekerjaan ini jadi kewajiban yang dipenuhi oleh siswa SMA selama tiga bulan, sebagai syarat kelulusan sekolah.

"Kami dipaksakan oleh sekolah kami untuk bekerja di sini," kata Yang, seorang siswa magang yang enggan disebut nama depannya. Ia mengaku terlibat dalam pembuatan iPhone X seperti dikutip KompasTekno dari The Guardian, Kamis (23/11/2017).

Dalam kurun tiga bulan, wanita berusia 18 tahun itu mengatakan bahwa dia ditargetkan memasang 1.200 modul kamera di bodi iPhone per harinya.

"Padahal, pekerjaan tersebut tidak ada hubungannya dengan pelajaran kami," tambah Yang.

Tanggapan Apple dan Foxconn

Menanggapi hal tersebut, Apple dan Foxconn angkat bicara.

Mereka mengonfirmasi adanya sejumlah siswa magang SMA yang turut kerja lembur dalam line produksi iPhone X.

Baca: Usai Jenguk Suaminya Selama Satu Jam, Istri Setya Novanto Enggan Beri Komentar

Namun, Apple menyebutkan pekerjaan itu dilakukan secara sukarela.

"Kami telah mengonfirmasi bahwa para siswa tersebut bekerja secara sukarela, mendapat kompensasi dan memberikan keuntungan, namun seharusnya mereka tidak diizinkan bekerja lembur," ujar Apple dalam sebuah pernyataan, yang dikutip KompasTekno dari laman 9to5 Mac.

Foxconn juga mengakui ada kesalahan pada sistem pemberlakuan jam lembur pada siswa magang di tempatnya.

Namun sama seperti Apple, Foxconn enggan menyebut tindakan ini sebagai sebuah pemaksaan, karena siswa tersebut telah mendapatkan upah yang layak.

Baca: Emosi Belum Usai, Shafa Aliya Sindir Keras Jennifer Dunn Lewat Foto Ini : Jangan Kasih Kendor!

"Semua pekerjaan bersifat sukarela dan dikompensasikan dengan tepat, tapi, siswa magang yang melakukan kerja lembur melanggar kebijakan," ujar Foxconn dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Financial Times.

Hingga saat ini, belum diketahui apakah Apple dan Foxconn akan menerima sanksi atas pelanggaran yang berlangsung.

Apakah ke depannya Apple dan Foxconn akan melakukan evaluasi, atau malah melenggang bebas setelah menyatakan maaf? (Kompas.com/Rizky Chandra Septania)

Berita di atas telah ditayangkan di Kompas.com dengan judul iPhone X Dirakit di China dengan Mengeksploitasi Siswa SMA

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved