Banjir di Kota Solo dan Solo Raya

Tinggi Air di Pintu Air Demangan Solo Sempat Mencapai 6,15 Meter

Pintu air Demangan yang terletak di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, menjadi salah satu tempat pemantauan ketinggian air.

Editor: Daryono
TribunSolo/Muhafi Ali Fakhri
Pintu air Demangan di Sangkrah, Pasar Kliwon Solo. Foto diambil Rabu (29/11/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Hujan tak henti-hentinya mengguyur Kota Solo dan sekitarnya, Selasa (28/11/2017) kemarin. 

Hujan akhirnya menyebabkan sejumlah wilayah di Solo banjir. 

Pintu air Demangan yang terletak di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, menjadi salah satu tempat pemantauan ketinggian air.

Setiap jam perkembangan ketinggian air terus dicatat.

Untuk dapat mengetahui ketinggian air, petugas tak harus menengok ketinggian air secara langsung.

Baca: Tinggi Air Muka di Pos Pemantauan Banjir Bengawan Solo Stasiun Jurug Berangsur Turun Siang Ini

Melainkan ada sebuah monitor yang terhubung dengan kamera pemantau ketinggian air, untuk memudahkan kegiatan pemantauan tersebut.

Pemantau ketinggian air dengan menggunakan komputer
Pemantau ketinggian air dengan menggunakan komputer (TribunSolo/Muhafi Ali Fakhri)

Jadi dari dalam kantor, bisa memantau secara real time perkembangan ketinggian air.

Tak hanya itu, kantor tersebut juga bertanggung jawab untuk melakukan tindakan pengoperasian pompa penyedot air.

Pompa akan mulai dinyalakan jika ketinggian air telah mencapai sekitar 4 meter.

Hal itu dilakukan untuk memompa air dari kota agar dapat mengalir dengan lancar menuju ke sungai Bengawan Solo.

"Jumlah pompa yang dinyalakan juga tergantung ketinggian airnya, jika naiknya cukup cepat ya ditambah dengan pompa portable," kata Medi, salah satu pegawai kantor air Demangan, saat ditemui TribunSolo.com pada Rabu, (29/11/2017).

Baca: Pintu Air Demangan, Sangkrah, Solo, Segera Dimuseumkan, Akan Dibangun Pintu Air Baru

Ada juga petugas yang setiap hari membersihkan sampah di dekat pintu air tersebut.

Hal itu dimaksudkan agar sampah tak menutup filter dan menghambat aliran air yang disedot oleh pompa.

Ketinggian air mencapai titik tertinggi pada Rabu jam 04.00 pagi tadi, yakni setinggi 6,15 meter pada pintu bagian luar, sedangkan pintu dalam terpantau 4,40 meter.

Namun ketika TribunSolo.com mendatangi kantor tersebut pukul setengah satu siang, ketinggian air sudah cukup surut yakni 3,9 meter pada pintu dalam dan 5,50 meter pada pintu luar. (Reporter Magang TribunSolo/ Muhafi Ali Fakhri)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved