Breaking News:

Wali Kota Solo Gelar Diskusi Bahas Peraturan Menteri Perhubungan No 108/2017 tentang Taksi Online

Permen 108 mengatur banyak hal mengenai pengawasan dan pelanggaran taksi online, serta mengatur perusahaan penyedia layanan aplikasi taksi online.

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
(Kiri ke kanan) Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo bersama Kasatlantas Polresta Solo dan Kepala Dishub Surakarta, Hari Prihatno dan Kompol Imam Safii saat diskusi di Loji Gandrung, Kamis (30/11/2017) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan peraturan mengenai taksi online yang baru sebagai pengganti aturan lama yang dibatalkan Mahkamah Agung (MA).

Aturan baru itu yakni Peraturan Menteri (Permen) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek (PM 108).

Permen 108 mengatur banyak hal mengenai pengawasan dan pelanggaran taksi online, serta mengatur perusahaan penyedia layanan aplikasi taksi online.

Baca: Kemenhub Berlakukan Peraturan tentang Taksi Online Mulai Hari Ini

Menyikapi Permen baru itu, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo bersama Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Imam Safii dan Kepala Dishub Surakarta, Hari Prihatno mengadakan diskusi membahas implemetasi Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan taksi konvensional di Kota Solo.

Dalam diskusi ini, para sopir taksi menanyakan mengenai jumlah taksi online yang telah berjumlah 1.200 unit, berbeda dengan taksi konvensional yang hanya berjumlah 800.

Menjawab pertanyaan itu, Wali Kota sudah berupaya menentang aturan itu. 

"Saya nggak kurang untuk melawan presiden (peraturan), itu menjadi konsumsi di pusat (taksi online) tapi apa daya yang berbicara saya sendiri akhirnya UU itu harus dilaksanakan," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Kamis (30/11/2017) siang.

Rudy, sapan Wali Kota, juga mengungkapkan dirinya cukup senang sopir taksi melakukan aksi dengan berdemo di bundaran Gladag dan Balai Kota Surakarta.

"Ya saya senang sopir taksi itu mengadakan demo tapi ya saat itu saya belum bisa menemui, bukan karena saya menghindar," katanya.

Baca: Gabungan Awak Angkutan Umum Datangi Balai Kota Solo, Persoalkan Taksi Online Berpelat Nomor Hitam

Dirinya mengaku siap mengawal sppir taksi dalam meringankan beban sppir taksi dengan Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 tersebut.

Rudi meminta kepada sopir taksi untuk memberikan surat mengenai kuota taksi kepada Gubernur dan siap untuk memberikan dukungan penuh kepada sopir taksi.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved