Breaking News:

Gas Elpiji Langka di Sejumlah Daerah, YLKI: Tanda-tanda Subsidi Akan Dicabut

Akibat dari disparitas harga dan penyimpangan distribusi itu maka terjadi migrasi/perpindahan dari pengguna 12 kg menjadi pengguna 3 kg.

Editor: Hanang Yuwono
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Petugas tengah meata gas elpiji 3kg yang kosong di salah satu toko Kawasann Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2017). Sejumlah warga Jakarta megeluh akibat langkanya gas elpiji 3 kg disejumlah agen-agen dann warung eceran. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg di berbagai daerah di Indonesia dinilai Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebagai tanda-tanda akan dicabutnya subsidi dari pemerintah. 

"Banyak konsumen rumah tangga menjerit karena harus mengantri cukup lama bahkan tidak mendapatkannya."

"Hal ini sebenarnya lagu lama yang acap terjadi dan terbukti merugikan konsumen karena harus membeli dengan harga yang melambung. "

"Pernyataan Pertamina bahwa kelangkaan ini dipicu oleh permintaan yang naik menjelang Natal dan Tahun Baru, adalah tidak cukup rasional," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Jumat (8/12/2017).

Baca: Cocok Buat Sarapan, Ini Fakta tentang Olahan Salted Egg Alias Telur Asin yang Kini Lagi Tren

Ia menduga pemicu pertama kelangkaan gas elpiji 3 kg adalah adanya disparitas harga yang sangat njomplang antara gas elpiji 3 kg dengan gas elpiji 12 kg.

 Akibat dari disparitas harga yang seperti ini adalah banyak pengguna gas elpiji 12 kg berpindah menjadi pengguna gas elpiji 3 kg.

"Selain murah, banyak konsumen 12 kg yang berpindah ke 3 kg karena dianggap praktis, mudah dibawa.

Konsumen kaya pun tak malu-malu menggunakan gas elpiji 3 kg karena alasan ini," ujarnya. 

Baca: Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi Mundur dari Posisi Pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail Lemas

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved