Koordinator Aksi Pemuda Pasar Kliwon Solo Sarankan Anggota OKI Buka Kedutaan di Yerusalem
Selain itu dalam aksinya, dirinya juga meminta kepada pemerintah Indonesia untuk mengusir duta besar Amerika Serikat dari Indonesia.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemuda Pasar Kliwon Pembela Palestina menggelar aksi menolak pernyataan Donald Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Terkait hal itu, koordinator aksi, Ahmad Farid Umar Assegaf, mengatakan KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berlangsung di Istanbul, Turki, Rabu (13/12/2017) perlu ditindaklanjuti.
"Pertama kita bersyukur karena KTT tidak pernah bersepakat, kecuali baru sekarang. Itu mereka harus segera membuka kedutaannya di Yerusalem timur," katanya di sela aksi, Jumat (15/12/2017) siang.
Menurut dia, dengan dibukanya kedutaan, para anggota OKI bisa membuktikan eksistensinya tanpa butuh keamanan.
Baca: Gelar Aksi di Gladak Solo, Pemuda Pasar Kliwon Pembela Palestina Ancam Boikot Produk Israel
"Kalau mereka berselisih dengan Israel maka mereka berselisih dengan diplomatik negara yang dihancurkan."
"Indonesia yang pertama kali membela," katanya.
Selain itu dalam aksinya, dirinya juga meminta kepada pemerintah Indonesia untuk mengusir duta besar Amerika Serikat dari Indonesia.
Adapun KTT Luar Biasa OKI tersebut secara khusus diadakan untuk membahas keputusan Presiden Donald Trump yang menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mendesak agar para pemimpin bangsa-bangsa Islam telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Palestina yang diduduki.
Seruan tersebut disampaikannya saat dalam KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berlangsung di Istanbul, Turki, Rabu (13/12/2017) kemarin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pemuda-pasar-kliwon-2_20171215_222300.jpg)