Kontroversi Munaslub Partai Golkar

Priyo Budi Santoso Ingin Jadi Ketum Golkar dan Tantang Bertarung Airlangga di Munaslub

Priyo mengatakan, menurut AD/ART, ketua umum harus dipilih langsung oleh pengurus Golkar se-Indonesia melalui Munas atau Munaslub.

Priyo Budi Santoso Ingin Jadi Ketum Golkar dan Tantang Bertarung Airlangga di Munaslub
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/12/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Sekretaris Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, mengaku kaget dengan proses pemilihan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto.

Adapun penetapan tersebut dilakukan melalui rapat pleno DPP Partai Golkar.

Priyo mengatakan, menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), ketua umum harus dipilih langsung oleh pengurus Golkar se-Indonesia melalui Musyawarah Nasional (Munas) atau Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

"Satu-satunya jalan yang legal dan halal menurut AD/ART adalah lewat Munaslub kalau terjadi pergantian kepemimpinan partai di tengah jalan," ujar Priyo, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Baca: MK Hapuskan Peraturan Dilarang Nikahi Teman Sekantor, KSPI Imbau Semua Perusahaan Patuh

Menurut dia, harus dibuka pintu kontestasi selebar-lebarnya, adil, dan sehat bagi figur-figur yang ingin maju sebagai calon ketua umum.

Priyo khawatir, ketua umum yang ditetapkan secara aklamasi hanya melalui rapat pleno DPP, menjadi celah delegitimasi ke depannya. 

Mekanisme yang demokratis, menurut dia, harus tetap dipertahankan.

Mantan ketua DPP Partai Golkar ini juga mengklaim banyak yang menyayangkan mekanisme pemilihan tersebut.

Baca: Airlangga Hartarto Didesak Loyalis Golkar Segera Mundur dari Kursi Menteri, Mengapa?

Halaman
123
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved