Berusia 10 Tahun, Siswa SD di Solo Ini Sudah Gabung Jadi Relawan Palang Merah

Satria mengaku juga menjadi dokter kecil dengan membantu rekan-rekan yang sakit di jam sekolah.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Siswa SD Muhammadiyah 24 Solo ikut memperingati Hari Sukarelawan di CFD Solo, Minggu (17/12/2017) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -Minggu (17/12/2017) pagi, ribaun relawan se-Solo memperingati Hari Sukarelawan ke-13 di Car Free Day (CFD) Solo.

Hadir dalam acara itu 2.700 relawan dati relawan PMR Mula hingga relawan Umum.

Seperti contohnya relawan PMR Mula bernama Satria (10), siswa SD Muhammadiyah 24 Solo ini.

Satria mengaku juga menjadi dokter kecil dengan membantu rekan-rekan yang sakit di jam sekolah.

Baca: Hotel di Ubud Ini Tak Cuma Menawarkan Tempat Menginap, Anda Juga Bisa Wisata Kesehatan di Sini

"Senang ikut acara ini, berkumpul bersama relawan lainnya juga," katanya.

Diceritakan Satria, dia pernah menolong tenan yang demam panas di sekolah.

Materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang diperolehnya melalui pembina PMI dipraktikan kepada temannya itu.

"Saya tolong dia dengan membawa ke ruang UKS sekolah, memberi minum air putih, dan memoleskan minyak kayu putih di badannya biar membaik," ucap anak usia 10 tahun itu.

Baca: Michelle Ziudith Anggap 2017 Adalah Tahun yang Luar Biasa, Ini Alasannya

Sementara sang guru, Harko, menganggap pentingnya pendidikan anak seperti dokter kecil.

"Mereka ini PMR Mula, jadi kegiatannya di sekolah sebisa mungkin memberikan pertolongan pertama kepada rekan di sekolah, membantu sesama intinya," ujar dia.

Adapun dalam acara itu dikukuhkan sebanyak 1.010 siswa SD di Solo yang menjadi Palang Merah Remaja (PMR) Mula oleh PMI Solo.

Selain itu, diberikan juga penghargaan untuk relawan-relawan yang berprestasi. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved