Breaking News:

Ini Respons PPIK atas Keinginan PWI Jadi Agen Perdamaian bagi Konflik Semenanjung Korea

PPIK adalah organisasi untuk memperkuat hubungan dan saling pemahaman antara masyarakat Indonesia dan Republik Demokratik Rakyat Korea.

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Junianto Setyadi
Dokumentasi PPIK
Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea (PPIK), Teguh Santosa (kiri), dan Presiden Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea, Kim Yong Nam, dalam sebuah acara di Pyongyang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com,  Facundo Crysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Keinginan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menjadi agen perdamaian bagi konflik di Semenanjung Korea, diapresiasi dan disambut baik Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea (PPIK).

Adapun PPIK adalah organisasi yang didirikan untuk memperkuat hubungan dan saling pemahaman antara masyarakat Indonesia dan Republik Demokratik Rakyat Korea

Sekjen PPIK, Teguh Santosa, dalam keterangan yang diterima TribunSolo.com, Jumat (22/12/2017), mengatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan PWI dalam hal memberikan akses untuk membantu anggota PWI menulis laporan tentang Korea Utara.

"Kami berharap, dengan kerja sama itu reportase dan pemberitaan mengenai konflik yang sudah berlangsung lebih dari enam dekade ini selain faktual juga disampaikan dalam kerangka perdamaian," ujarnya.

Baca: Kunjungi Korsel, PWI Tegaskan Siap Jadi Agen Perdamaian dalam Konflik Semenanjung Korea

Menurut Teguh, masih banyak reportase mengenai konflik di Semenanjung Korea yang tidak faktual dan cenderung memperpanas suasana.

"Menangkap drama adalah salah satu unsur yang penting untuk menarik minat pembaca," ucapnya.

"Tetapi mendramatisir cerita sehingga menjadi tidak faktual sama sekali, adalah kesalahan yang serius dalam praktik jurnalisme," ujarnya menegaskan.

Dirinya bersedia memfasilitasi kunjungan PWI ke Korea Utara agar wartawan mendapatkan pemahaman langsung tentang situasi di Korea Utara.

Baca: Buronan Biro Jasa Umrah Hannien Tour Solo Ditangkap Saat Bersembunyi di Bekasi

"Dari perspektif jurnalisme damai, perlu bagi setiap wartawan memahami sebuah konflik dari sudut pandang yang lebih luas, historis dan kontekstual," ujar dosen UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang telah belasan kali mengunjungi Korea Utara dan Korea Selatan ini.

Sebelumnya, kesediaan PWI menjadi agen perdamaian disampaikan Sekjen PWI, Hendry Ch Bangun, dalam jamuan makan malam dengan Direktur Hubungan Pers Internasional Kementerian Luar Negeri Republik Korea, Hwang Soonsung, di Seoul, Selasa malam (19/12/2017).

Hendry mengatakan, sudah menjadi kewajiban insan pers Indonesia untuk ikut dalam upaya menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Hal itu sesuai yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945, dan dipraktikkan founding fathers. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved