Jumlah Korban Tewas Bencana Badai di Mindanao, Filipina, Mencapai 180 Orang Lebih

Badai Tembin mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di beberapa bagian pulau Mindanao, yang berada di sekitar utara Sulawesi.

Jumlah Korban Tewas Bencana Badai di Mindanao, Filipina, Mencapai 180 Orang Lebih
BBC
Posisi perkitraan badai Tembin pada Sabtu pukul 19 WIB, mengarah ke barat 

TRIBUNSOLO.COM, FILIPINA -- Lebih dari 180 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya hilang akibat badai tropis yang melanda kawasan Filipina selatan.

Badai Tembin mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di beberapa bagian pulau Mindanao, yang berada di sekitar utara Sulawesi.

Kota Tubod dan Piagapo merupakan dua di antara kota yang menderita terjangan paling parah: sejumlah rumah terkubur oleh bongkahan-bongkahan batu besar.

Filipina merupakan negara yang secara berkala dihantam badai tropis yang mematikan.

Baca: Nana Mirdad dan Andre White Bicara Bedanya Perayaan Natal di Australia dan Indonesia

Namun Mindanao kawasan Filipina Selatan yang sebagian besar penduduknya Muslim, tidak sering mengalaminya.

Badai Tembin dikenal di Filipina sebagai Badai Vinta, mulai menghantam Mindanao pada hari Jumat (22/12), mengakibatkan diberlakukannya keadaan darurat bencana di beberapa bagian, seperti wilayah Lanao del Norte dan Lanao del Sur.

Di kota Tubod yang berada di Lanao del Norte, perwira polisi setempat Gerry Parami mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidaknya ada 19 orang tewas.

"Sungai meluap dan sebagian besar rumah di desa Dalama diterjang air bah dan hanyut.

Desa sudah tidak ada lagi," kata Gerry parami dari kepolisian kota Tubod.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved