Hasil Penelitian, Kebiasaan Saling Berkirim Pesan Mampu Mempererat Hubungan

Riset menunjukan bahwa pasangan dengan kebiasaan saling mengirim pesan tertulis baik lewat aplikasi percakapan atau SMS memiliki kepuasan yang lebih

Hasil Penelitian, Kebiasaan Saling Berkirim Pesan Mampu Mempererat Hubungan
Telegraph.co.uk/Alamy
Ilustrasi 

TRIBUNSOLO.COM - Mengirim pesan lewat aplikasi percakapan seperti Whatsapp dan sejenisnya telah menjadi bagian dalam budaya berkomunikasi saat ini.

Jika zaman dahulu sebuah kisah cinta bersemi dengan saling mengirim sepucuk surat, mawar merah, dan sejenisnya untuk menunjukan perasaan.

Di era modern telah terganti oleh hadirnya emoji dalam apllikasi percakapan daring.

Namun, seni komunikasi lewat tulisan memang tidak dapat tergantikan.

Riset menunjukan bahwa pasangan dengan kebiasaan saling mengirim pesan tertulis baik lewat aplikasi percakapan atau SMS memiliki kepuasan yang lebih dalam hubungannya.

Baca: Tepat di Momen Tahun Baru SBY Dikaruniai Cucu Keempat, Ini Wajah Cantik Putri Baru Ibas Yudhoyono

Psikolog di Pace University, New York, mengamati 205 orang Amerika Serikat berusia antara 18 dan 29 tahun, yang semuanya memiliki hubungan percintaan.

Setiap peserta diberi pertanyaan tentang berbagai aspek kebiasaan mengirim pesan, mulai dari frekuensi inisiasi hingga sifat percakapan mereka - apakah hanya sekadar menyapa, menunjukan kasih sayang, atau malah menimbulkan masalah.

Responden juga mengikuti survei standar yang mengukur gaya dan tingkat keterikatan dalam hubungan mereka.

Para peneliti menyimpulkan bahwa kesamaan persepsi dalam kebiasaan texting atau berkirim pesan sangat berkorelasi dengan kepuasan hubungan. 

Halaman
12
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved