Museum Samanhoedi, Ikon Budaya Batik yang Tersembunyi di Laweyan, Solo
Museum Samanhoedi didirikan pada 22 Agustus 2008 oleh masyarakat Sondakan, difasilitasi pemerintah Kota Solo.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Solo terkenal sebagai kota budaya dengan kerajinan khas berupa batik.
Hal itu terbukti dengan banyaknya perajin batik hingga melahirkan corak batik khas Solo.
Salah satu pusat kerajinan batik khas Solo berada di Kelurahan Sondakan, Laweyan, Jawa Tengah.
Selain sentra pembuatan batik, di Laweyan juga terdapat museum yang berkaitan erat dengan sejarah batik di Solo.
Baca: Begini Cara Pengelola Museum Keris Nusantara Solo Rawat Keris Pemberian Jokowi
Bernama Museum Samanhoedi, tempat tampilnya ragam budaya itu didirikan untuk mengenang jasa pengusaha batik pertama di Solo sekaligus tokoh pergerakan nasional pendiri Sarekat Islam yang bernama K. H Samanhoedi.
Museum Samanhoedi didirikan pada 22 Agustus 2008 oleh masyarakat Sondakan, difasilitasi pemerintah Kota Solo.
Ada sekitar 60 koleksi yang terdapat di Museum Samanhoedi.
Antara lain foto-foto dan artikel tentang K. H Samanhoedi dan juga sebuah lukisan abstrak karya K. H Samanhoedi yang merupakan hibah dari Yayasan Warna-warni milik Krisnina. A. Tanjung.
Baca: Ombak Tinggi Hantam Perairan Tegal, Tiga Perahu Nelayan Tenggelam
Museum Samanhoedi buka setiap hari dengan jam operasional yang tidak tentu alias fleksibel.
Pengamatan TribunSolo.com, Rabu (10/1/2018), letak Museum Samanhoedi yang menyatu dengan komplek kelurahan Sondakan membuatnya kerap luput dari perhatian masyarakat.
Meski begitu, museum ini tetap ramai dikunjungi siswa-siswa berbagai sekolah di Solo sebagai tempat wisata dan juga tempat belajar sejarah kebudayaan asli Solo.
Nah, tak ada salahnya Anda mengunjungi Museum Samanhoedi jika sedang berwisata di Solo.
Museum ini berlokasi di Jl. K. H Samanhudi No. 75 Sondakan, Laweyan, Solo. (Reporter Magang TribunSolo.com / Alfi Nur Jannah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/museum-samanhoedi_20180111_144215.jpg)