Tolak Pertunjukan Lumba-lumba, Aktivis Minta Peraturan Menteri tentang Peragaan Satwa Ditinjau Ulang

Aksi penolakan tersebut dilakukan di kawasan Alun-alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta tepatnya di jalan Veteran.

Tolak Pertunjukan Lumba-lumba, Aktivis Minta Peraturan Menteri tentang Peragaan Satwa Ditinjau Ulang
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Koalisi Peduli Satwa Surakarta dan JAAN saat melakukan aksi penolakan terhadap sirkus lumba-lumba di jalan Veteran, Solo, Kamis (25/1/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Koalisi Peduli Satwa Surakarta dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) mengharap pemerintah mau mengkaji ulang aturan menteri tentang peragaan satwa. 

Hal tersebut diungkapkan perwakilan AAN, Amagraga kepada TribunSolo.com.

"Dibelakang pertunjukan itu kan ada kekerasan terhadap satwanya," katanya disela aksi penolakan pertunjukan lumba-lumba di Jalan Veteran, Kamis (25/1/2018) siang.

"Kami mendorong untuk meninjau ulang Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 16 yang mengatur tentang peragaan satwa."

"Kami ingin segala bentuk peragaan satwa apapun dihapuskan," katanya.

Baca: Didampingi Rhoma Irama, Ridho Rhoma Keluar dari RSKO Cibubur

Aksi penolakan tersebut dilakukan di kawasan Alun-alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta tepatnya di jalan Veteran.

"Aturan jelas sungguhnya melindungi lumba-lumba, satwa yang dilindungi dan diatur di UU no 5 Tahun 1990," ujarnya.

Dirinya menjelaskan bahwa pertunjukan lumba-lumba ini adalah sirkus terakhir keliling di dunia.

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved