Perluasan Pasal Zina di Rancangan KUHP Berpotensi Sasar Praktik Poligami dan Nikah Siri

Sebab, lanjut Ajeng, banyak orang memutuskan menikah siri karena faktor ekonomi dan geografis.

Perluasan Pasal Zina di Rancangan KUHP Berpotensi Sasar Praktik Poligami dan Nikah Siri
Tribunnews.com
Ilustrasi 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Ajeng Gandini berpendapat bahwa perluasan Pasal Zina dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) berpotensi menimbulkan over krimininalisasi.

Menurut Ajeng, jika perluasan pasal tindak pidana zina disahkah oleh DPR, maka akan menyasar orang-orang yang mempraktikkan nikah siri dan poligami.

"Nikah siri, poligami dan nikah secara adat juga bisa kena dipidana, kalau RKUHP ini jadi mereka bisa dipidana," ujar Ajeng saat ditemui di kantor ICJR, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018) sebagaimana dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com. 

Ajeng menjelaskan, dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bahwa perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilakukan berdasarkan hukum agama dan dicatatkan oleh negara.

Baca: Cerita Bunga Citra Lestari saat Dipelototi Ari Lasso Ketika Berduet

Sedangkan, nikah siri dan poligami yang tidak disertai izin istri pertama dianggap sebagai perkawinan yang tidak sah secara hukum karena secara administrasi kependudukan tidak dicatat.

Sementara pada pasal 484 ayat (1) huruf e draf RKUHP hasil rapat antara pemerintah dan DPR per 10 Januari 2018 menyatakan, laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan.

"Nikah siri juga bisa kena kan bukan perkawinan yang sah."

"Dalam UU Perkawinan, perkawinan yang sah itu perkawinan yang dicatatkan oleh negara," tuturnya.

Di sisi lain, Ajeng memprediksi jika perluasan pasal zina tersebut disetujui dan disahkan maka akan menyasar kriminalisasi terhadap masyarakat miskin.

Halaman
12
Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved