REI Targetkan 4.500 Rumah Dibangun di Solo Raya Sepanjang Tahun 2018
Kendati demikian, target tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2017 lalu yang menargetkan pembangunan 5.000 unit rumah.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Persatuan Perusahaan Real Estate lndonesia (REI) Solo Raya menargetkan pembangunan rumah sebanyak 4.500 unit di tahun 2018.
"Dari jumlah tersebut, 15 persen untuk rumah menengah ke atas bernilai sekitar Rp 250 juta sampai Rp 350 juta," ujar Hendro Prasetyo selaku Ketua REI Solo Raya, kepada TribunSolo.com, Senin (5/2/2018).
Sementara sisanya, lanjut pria yang kerap disapa Anthony, merupakan rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Kendati demikian, target tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2017 lalu yang menargetkan pembangunan 5.000 unit rumah.
Baca: Kontras dengan Tahun Lalu, Penampilan Fenita Arie saat Rayakan Ultah Pernikahan Jadi Sorotan Netizen
"Mengalami penurunan karena memang pembangunan di Solo Raya ini mengalami perlambatan karena masalah perizinan," ujarnya.
Masalah perizinan di beberapa daerah di Solo Raya masih menjadi penyebab lambatnya program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.
Anthony berujar, dari target 5.000 unit hanya sebagian kecil terealisasi.
Namun para pengembang di daerah masih semangat untuk membangun rumah bersubsidi.
"Karena permintaan rumah di Solo Raya masih banyak sekitar 140 ribu unit," imbuhnya.
Terkait harga, saat ini harga rumah subsidi MBR sesuai peraturan pemerintah dibanderol Rp 130 juta.
Sedangkan, lanjut Anthony, untuk rumah menengah ke atas dibanderol Rp 250 juta hingga Rp 350 juta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/perumahan-di-solo-raya_20180205_143355.jpg)