Harga Mobil Bekas di Solo Naik 10 Persen pada Tahun 2018
Kenaikan harga ini dipengaruhi adanya iklim perekonomian Indonesia yang semakin membaik.
Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perbaikan perekonomian Indonesia di tahun 2018 berdampak pada meningkatnya tren penjualan mobil bekas (mobkas).
Hal tersebut seperti dikatakan Ketua Himpunan Pedagang Perantara Otomotif Surakarta (HPPOS), Tri Wahyudi, kepada TribunSolo.com, Senin (12/2/2018).
"Tahun ini pasaran mobil bekas naik sekitar 10 persen," ujarnya.
Kenaikan harga ini dipengaruhi adanya iklim perekonomian Indonesia yang semakin membaik.
Baca: Sepatu Mahalnya saat Manggung Dibanding-bandingkan dengan Milik Syahrini, Inul Daratista Bereaksi
Untuk mobil jenis Kendaraan Multi Guna atau Multi Purpose Vehicle (MPV) yakni Avanza antara tahun 2010 dan 2011 berkisar di angka Rp 90 juta untuk kota besar Jakarta.
Sedangkan untuk second city Surakarta kendaraan tersebut saat ini senilai sekitar Rp 100 juta.
Adapun faktor lainnya adanya trend transportasi online.
Tren ini mempengaruhi penjualan mobkas terlebih untuk mobil dengan tahun yang tergolong baru.
Baca: Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi Sumbang Rp 750 Juta Sebagai Dana Awal Kampanye
Permintaan mobil jenis city car banyak disasar oleh driver transportasi online.
Peningkatan penjualan hingga 90 persen selama year on years (yoy) 2017.
"Walaupun ada peningkatan harga, para pengusaha tetap optimis ada peningkatan di 2018," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/penjualan-mobil_20180212_174927.jpg)