Breaking News:

Susy Susanti Sebut Tiga Aturan Baru BWF Rugikan Bulutangkis Indonesia

Aturan ketiga adalah kemungkinan perubahan sistem skor pertandingan dari reli poin 21 menjadi skor 11 poin dikali lima gim.

Tribunnews.com/Reynas Abdila
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama para legenda bulutangkis usai meresmikan Istora Senayan, Selasa (23/1/2018) petang. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti menilai tiga aturan baru dari Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memberatkan pemain.

Aturan pertama mengenai keharusan pemain elit bertanding di minimal 12 turnamen dalam setahun.

Kedua, perubahan batas tinggi servis, dari tinggi rusuk terbawah tiap pemain, menjadi satu standard 115 cm dari permukaan lapangan.

Aturan ketiga adalah kemungkinan perubahan sistem skor pertandingan dari reli poin 21 menjadi skor 11 poin dikali lima gim.

Dalam sistem skor ini, gim didapat pemain di poin 11.

Baca: Sempat Rusuh, Akhirnya PT RUM Resmi Ditutup Bupati Sukoharjo

Setting terjadi pada kedudukan 10-10 dan maksimal game di angka 15.

Jadi, kalau terjadi angka imbang 14-14, maka kedudukan akhir adalah 15-14 untuk si pemenang.

Perpindahan sisi lapangan terjadi di game kelima saat kedudukan angka 6.

Sesi coaching oleh pelatih diberikan maksimal dua kali dalam lima game tersebut.

Halaman
1234
Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved