Partai Komunis Cina Gulirkan Wacana Penghapusan Batas Masa Jabatan Presiden

Langkah tersebut membuka jalan bagi presiden Xi Jinping untuk tetap menjadi kepala negara setelah 2023.

Partai Komunis Cina Gulirkan Wacana Penghapusan Batas Masa Jabatan Presiden
Kompas.com
Presiden Cina Xi Jinping saat menyampaikan pidato di hadapan peserta kongres Partai Komunis di Balai Besar Rakyat di Beijing, Rabu (18/10/2017). 

TRIBUNSOLO.COM - Partai Komunis Cina menyerukan penghapusan batas waktu menjadi presiden.

Pada Minggu (25/2/2018), Xinhua melaporkan, langkah tersebut membuka jalan bagi presiden Xi Jinping untuk tetap menjadi kepala negara setelah 2023.

Dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, Komite Sentral partai tersebut telah mengusulkan untuk menghapus masa jabatan dibatasi maksimal dua periode di mana satu periodenya terhitung lima tahun.

Syarat itu rencananya akan dihapus dari konstitusi.

Xi, yang juga ketua partai dan dianggap pemimpin Cina paling berkuasa sejak Mao Zedong.

Baca: Segera Diluncurkan, iPhone X Versi Irit Diprediksi Bakal Laris Manis

Dia menjadi presiden sejak 2013 dan masa jabatannya akan berakhir pada 2023 di bawah sistem yang saat ini berlaku.

Perubahan yang diusulkan, yang juga berlaku untuk wakil presiden, akan diajukan ke legislator pada sesi tahunan Kongres Rakyat Nasional yang dimulai pada 5 Maret 2018.

Pada kongres partai lima tahunan yang ke-19 Oktober lalu, Xi memasukkan filosofi politik pribadinya ke dalam piagam partai komunis.

Hal tersebut menjadi sebuah kehormatan, yang mana hanya diberikan kepada Mao Sedong selama masa hidupnya.

Halaman
12
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved