Patung Ini Sudah Telanjang Selama 29 Ribu Tahun, Tapi Baru Sekarang Disensor, Ini Alasannya

Ia mengatakan, perang terhadapan kebudayaan manusia dan intelektual modern tidak akan ditoleransi.

Tayang:
Penulis: Efrem Limsan Siregar | Editor: Daryono
hyperallergic.com
Patung prasejarah 'Venus dari Willendorf' 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM -- Langkah Facebook menyensor foto sebuah patung prasejarah 'Venus dari Willendorf' yang disimpan di The Naturhistorisches Museum, Wina, Austria memicu kontroversi.

Patung tersebut berusia 29.500 ribu tahun lebih dan sudah ada sejak era paleolitik.

Sebagaimana dilasir TribunSolo.com dari scmp.com mengutip AFP, Kamis (1/3/2018), menurut Direktur Jenderal The Naturhistorisches Museum, Christian Koeberl, patung setinggi 11 cm ini sudah dianggap sebagai representasi prasejarah tentang wanita yang paling populer di seluruh dunia. 

Patung ini ditemukan di desa Willendor, Austria, pada awal abad ke-20 dan dianggap sebagai ikon Natural History Museum, Wina, Austria.

Baca: Reza Rahadian Bernazar Akan Jadi Ondel-ondel Jika Film Barunya Tembus 2 Juta Penonton

Kontroversi penyensoran patung ini dimulai pada Desember lalu ketika seorang aktivis sekaligus aktris Italia Laura Ghianda memposting gambar Venus dari Willendorf di medsos dan kemudian menjadi viral.

Mengetahui adanya sensor, Laura kemudian menghubungi Facebook dan menjelaskan, patung tersebut bukanlah objek pornografi yang sangat berbahaya.

Ia mengatakan, perang terhadapan kebudayaan manusia dan intelektual modern tidak akan ditoleransi.

"Biarkan Venus telanjang!"

"Dia sudah menunjukkan dirinya sebagai simbol prasejarah tanpa sehelai pakaian selama 29.500 tahun," katanya.

"Sekarang Facebook menyensornya dan mengecewakan komunitas," tambahnya.

Baca: Diolok LGBT, Okan Cornelius Masih Tunggu Permintaan Maaf dari Sammy Simorangkir

Berbeda dengan Facebook, Christian Koeberl menambahkan, tidak ada alasan bagi Natural History Museum Vienna untuk menutup 'Venus dari Willendorf', dan menyembunyikan ketelanjangannya.

"Tidak di museum maupun di media sosial," tegas Christian Koeberl

"Belum pernah ada keluhan dari pengunjung tentang kehebohan patung tersebut," tambahnya.

Facebook juga akan menuai kontroversi baru terkait menyensor bagian-bagian vital dalam karya seni.

Pada 15 Maret, pengadilan Prancis akan membuat keputusan atas tuntutan seorang guru TK yang meminta pengadilan menutup akun Facebook seseorang yang memasang foto lukisan Gustave Courbet abad ke-19, 'L'Origine du Monde' yang menggambarkan alat vital seorang wanita.

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved