KPw Bank Indonesia Solo Imbau Nasabah Ganti PIN ATM Secara Reguler

Jika merujuk kasus yang terjadi di Kediri, saat ini untuk wilayah Solo Raya belum ada laporan terkait nasabah yang mengalami penipuan skimming.

Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perlindungan terhadap nasabah merupakan fokus yang sangat penting bagi perbankan.

"Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan nasabah," kata Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Solo Bandoe Widiarto.

Jika merujuk kasus yang terjadi di Kediri, Jawa Timur, saat ini untuk wilayah Solo Raya belum ada laporan terkait nasabah yang mengalami penipuan skimming.

BI terus meminta agar perbankan menghimbau pada nasabah masing-masing agar mengganti PIN secara regular.

Baca: Bertemu Hotman Paris dan Bambang Soesatyo, Nafa Urbach: Saya Tunggu Janji Bapak

"Dan jangan sampai PIN ini dipindahtangankan," terangnya kepada TribunSolo.com, Sabtu (17/8/2018).

Bandoe juga menekankan bahwa, CCTV sangat krusial terpasang di area ATM.

Karena CCTV dapat menjadi bukti terkait realitas yang ada.

Bandoe mengatakan saat ini di Solo sendiri, ada sebanyak 80 kantor cabang dan unit dan 1.500 ATM.

Baca: Bobol Toko Elektronik, Pria di Aceh Utara Ini Gunakan Uang Curiannya untuk Beli Hp dan Makan-makan

Dengan adanya persoalan ini BI menghimbau agar tiap bank mengevaluasi mesin ATM yang dimilikinya.

Supaya bisa terlihat apakah ada alat skimming atau tidak.

Disamping itu bank juga harus berhati-hati dalam menggunakan vendor saat pengisian ATM.

"Nantinya hal ini akan kami diskusikan juga dengan perbankan lainnya. Supaya bank lain bisa juga memperkuat mitigasi resikonya,” tutupnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved