Rayakan Earth Hour, Lorin Hotel Solo Gelar Pertunjukan Musik Etnik

Lorin Solo Hotel akan ikut menjadi penyumbang paru-paru lingkungan dengan lebih banyak menyediakan ruang hijau.

TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Suasana perayaan Earth Hour di Lorin Hotel Solo, Sabtu, 24 Maret 2018. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Turut merayakan Earth Hour, Lorin Solo Hotel menggelar rangkaian event yang diadakan di area lobby hotel pada hari Sabtu, 24 Maret 2018.

Acara dimulai dengan memadamkan lampu pada pukul 20.30 WIB sampai dengan pukul 21.30 WIB di public area seperti lobby hotel, pintu masuk dan keluar hotel serta beberapa titik lain di sepanjang koridor.

Manajemen juga menghimbau kepada seluruh tamu untuk turut berpartisipasi dengan mematikan lampu di kamar masing-masing selama 1 jam penuh untuk mendukung kampanye global yang dicanangkan WWF ini.

Baca: Pameran Art Edu Care #9, Tampilkan Seni untuk Estetika Sehari-hari

“Positioning Lorin Solo Hotel sebagai hotel yang sangat peduli terhadap isu-isu lingkungan hidup tereprentasikan melalui kegiatan ini," ujar Dhani Wulandari selaku Public Relations Manager Lorin Solo Hotel.

Kedepannya, lanjutnya, akan terus berkomitmen untuk tetap menjadikan Lorin Solo Hotel sebagai penyumbang paru-paru lingkungan dengan lebih banyak menyediakan ruang hijau.

Menggandeng Komunitas Akar, selanjutnya dipersembahkan gelaran musik etnik yakni jimbe, bonang, sape dan seruling yang membentuk harmonisasi apik yang membuat seluruh pengunjung terpukau.

Baca: Eksistensi Tak Memudar, Pengusaha Batik Di Solo Semakin Bertumbuh

Selanjutnya, tampil penari yang secara khusus mempersembahkan sebuah tarian yang merepresentasikan kondisi ibu pertiwi atau bumi kita yang semakin tua terbebani oleh berbagai persoalan.

Persoalan yang membelit seperti pergantian musim yang sulit diprediksi, sering terjadinya angin puting beliung serta banjir dan kekeringan.

Juga adanya pemanasan global atau meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi.

Sebagai puncak acara, seluruh tamu dan pengunjung diajak untuk bersama-sama menyalakan lilin atau simbol Earth Hour berupa angka 60+ sembari menyanyikan lagu Heal The World. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved