Sukmawati Soekarnoputri Sudah Minta Maaf, GP Ansor Jatim Terima Instruksi untuk Cabut Laporan

Dua orang yang melaporkan Sukmawati yakni pengacara Denny AK, dan Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyhari.

Sukmawati Soekarnoputri Sudah Minta Maaf, GP Ansor Jatim Terima Instruksi untuk Cabut Laporan
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Sekretaris GP Ansor Jatim, Abid Umar Faruq 

TRIBUNSOLO.COM, SURABAYA - Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Nahdatul Ulama (NU) Jawa Timur mengaku mendapat intruksi untuk mencabut laporan kasus penodaan agama oleh Sukmawati di Mapolda Jatim.

Perintah pencabutan itu disebut datang dari Pengurus Pusat Pemuda Ansor NU.

"Kami diperintah pengurus pusat untuk mencabut laporan di Mapolda Jatim, karena Ibu Sukmawati sudah minta maaf," kata Sekretaris Pemuda Ansor Jawa Timur, Abid Umar Faruq, Jumat (6/4/2018) sebagaimana dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Menurut dia, arahan yang sama datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang meminta laporan terhadap Sukmawati dicabut.

Baca: Kadiv Humas Polri Janji Kasus Sukmawati Soekarnoputri Akan Ditangani Secara Profesional

Sebelumnya, pengurus Ansor Jatim melaporkan salah satu putri Presiden Bung Karno itu terkait dugaan penodaan agama.

Sukmawati disebut melanggar Pasal 156 huruf a KUHPidana tentang Penodaan Agama dan atau Pasal 18 UU RI No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Dalam kesempatan yang sama, Sukmawati juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait puisi berjudul "Ibu Indonesia" yang dibacakannya.

Dua orang yang melaporkan Sukmawati yakni pengacara Denny AK, dan Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyhari.

Laporan mereka telah diterima oleh Polda Metro Jaya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "GP Ansor Jatim: Sukmawati Minta Maaf, Kami Diperintah Cabut Laporan" (Kompas.com/Kontributor Surabaya, Achmad Faizal)

Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved