Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Jelang Ramadan 2018, TPID Solo Bertemu Distributor
TPID Kota Surakarta memandang perlu untuk mengundang para distributor komoditas pangan strategis untuk berdialog.
Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan sejumlah distributor komoditas utama di wilayah Surakarta.
FGD yang dilaksanakan di Loji Gandrung, Surakarta, Senin malam (9/4/2018), ini dikemas dalam bentuk dialog berupa ngobrol santai (Ngobras) dengan distributor komoditas pangan strategis Kota Surakarta di Loji Gandrung.
Ketua TPID Surakarta yang juga Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan dalam kegiatan ini sebagai tindakan menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan komoditas pangan strategis di wilayah Kota Surakarta.
"Terlebih saat ini akan memasuki bulan Puasa dan menjelang Idul Fitri 2018, dimana stabilitas harga dan pasokan musti harus diperhatikan," terangnya dalam rilis yang diterima TribunSolo.com, Senin (9/4/2018).
Baca: Pemakaman Tokoh Pramuka Solo, Ponk Soetarno, Dihadiri oleh Wali Kota Solo dan Wakilnya
Dalam sambutannya, Rudy menyampaikan bahwa gejolak harga bahan pangan berpengaruh cukup signifikan terhadap inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Surakarta secara keseluruhan.
Sebagaimana tercatat sejak awal tahun hingga Maret 2018, komoditas pangan seperti beras, bawang merah, bawang putih dan cabai memberikan andil yang cukup tinggi terhadap inflasi kota Surakarta.
Melihat kondisi tersebut, TPID Kota Surakarta memandang perlu untuk mengundang para distributor komoditas pangan strategis untuk berdialog.
Dengan adanya kegiatan ini, komunikasi antara TPID Kota Surakarta dengan para pelaku usaha diharapkan lebih terbuka, sehingga permasalahan gejolak harga bahan pangan dapat diatasi secara efisien dan lebih cepat.
Baca: Gibran Beri Voucher Makan Gratis Markobar Seumur Hidup, AHY Janji Bakal Gunakan
"Kami juga menghimbau kepada distributor untuk dapat turut berperan dalam menjaga kecukupan pasokan dan kestabilan harga," ujarnya.
Sehingga, lanjutnya tercipta stabilitas ekonomi wilayah Surakarta.
Adapun pelaku usaha yang hadir yaitu distributor komoditas beras, cabai, bawang, minyak goreng, gula pasir, daging ayam ras, telur ayam ras, Pinsar Petelur Nasional kota Surakarta dan Hiswana Migas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/fgd-tpid-3_20180410_113730.jpg)