Pemkot Solo Tantang Kelurahan dan Sekolah Berinovasi
Sebelumnya Pemkot juga telah menantang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berinovasi program pada akhir tahun lalu
Penulis: Imam Saputro | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota Solo menantang kelurahan dan Sekolah Dasar (SD) serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Solo untuk berinovasi.
Sebelumnya Pemkot juga telah menantang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berinovasi program pada akhir tahun lalu.
“Ini sama dengan OPD, tapi sekarang untuk kelurahan, SD dan SMP, nanti apik-apikan gawe program,” kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (10/4/2018).
“Diharapkan muncul program-program yang inovatif saat melayani masyarakat, kalau di OPD misalnya Belasungkawa Kirim Akta Kematian (Besuk Kiamat) milik Dispendukcapil,” jelas Rudy.
Baca: Jennifer Dunn Dinikahi Faisal Haris Secara Diam-Diam
Inovasi yang dilakukan oleh Dispendukcapil Kota Surakarta sudah mendapatkan apresiasi dan bahkan ditiru oleh daerah lain.
Laboratorium Inovasi Administrasi Negara Lokus Kelurahan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) Kota Surakarta (Drum Up & Diagnose) , diadakan di Hotel Mega Land, Senin-Rabu (9-11/4/2018).
Acara ini diinisiasi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Surakarta bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.
Baca: Ini Pemilik Buaya yang Gegerkan Warga Mojolaban Sukoharjo
Kegiatan kali ini diikuti oleh 51 kelurahan, 27 SMP dan 10 SD di Solo.
Tema yang diusung pada tahap diagnose ini yaitu Surakarta Inovasi Tiada Henti.
Hal ini sejalan dengan komitmen Walikota Surakarta yang selalu menekankan ASN untuk selalu berinovasi dalam meningkatkan pelayanan publik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/wali-kota-solo-fx-hadi-rudyatmo_20180410_205537.jpg)