Ini Penjelasan Ade Armando tentang Azan yang Bikin Dia Dilaporkan ke Polisi

"Jadi, mereka berdiskusi bagaimana, ya, caranya menandakan kalau salat telah tiba," ujar Ade.

Ini Penjelasan Ade Armando tentang Azan yang Bikin Dia Dilaporkan ke Polisi
KOMPAS.COM/Akhdi Martin Pratama
Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando saat memenuhi panggilan polisi di Mapolda Metro Jaya pada Kamis (23/6/2016) 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -  Ade Armando, dosen di Universitas Indonesia, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penodaan agama karena menyebut "azan tidak suci" dalam akun Facebook pribadinya.

Merespons hal itu, Ade menjelaskan alasannya menyebutkan hal tersebut.

Menurut Ade, pembahasan mengenai azan ini terbagi dalam empat unggahan dan ditulis sebagai pembelaan terhadap Sukmawati Soekarnoputri yang menyatakan "kidung Indonesia lebih merdu dari azanmu" dalam puisinya.

Menurut dia, azan adalah panggilan salat dan waktu salat telah tiba.

Baca: Dituduh Lakukan Penodaan Agama, Ade Armando Dilaporkan ke Polisi karena Postingannya di Facebook

Menurutnya,  yang menetapkan azan dengan cara yang dikenal saat ini adalah Nabi Muhammad beserta kawan-kawannya.

"Jadi, mereka berdiskusi bagaimana, ya, caranya menandakan kalau salat telah tiba," ujar Ade ketika dihubungi, Kamis (12/4/2018). 

"Ada banyak usulan."

"Waktu itu ada yang bilang pakai genderang, ada yang bilang pakai lonceng, ada yang bilang pakai asap api, pakai terompet."

Baca: Ini Penjelasan Mengapa Ade Armando Baru Sekarang Jadi Tersangka Meski Sudah Dilaporkan Sejak 2015

Halaman
12
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved