Tingkat Literasi Keuangan di Solo Capai 75 Persen
Itu artinya selaras dengan target literasi keuangan tahun 2019 yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo melalui peraturan presiden No 1 tahun 1982
Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta menyebutkan terus hadir salah satunya dalam meningkatkan literasi keuangan.
Kepala OJK Surakarta Laksono Dwionggo menyebutkan saat ini tingkat literasi keuangan Di Surakarta mencapai 75 persen.
Itu artinya selaras dengan target literasi keuangan tahun 2019 yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo melalui peraturan presiden No.1 tahun 1982 yakni harus mencapai 75 persen.
"Sampai dengan saat ini sektor perbankan menduduki angka tertinggi untuk tingkat literasinya," terangnya kepada wartawan, Kamis (12/4/2018).
Baca: Lagi-lagi Cerita Hal Seram soal Rumah, Raditya Dika Beri Bonus Foto Tuyul yang Tertangkap Kamera
Selain pada literasi juga pada inklusi atau penggunaan produk dan layanan keuangan masyarakat.
Laksono berujar kenapa perbankan paling tinggi karena sampai dengan saat ini tujuan masyarakat mengakses kegiatan di institusi keuangan masih cukup sederhana.
"Misalnya untuk bertahan hidup, pendidikan anak, dan tabungan," terangnya.
Baca: Enggan Repotkan Orang Tuanya, Dokter Muda di Cina Ini Kabur dari Rumah Usai Didiagnosa Idap Kanker
Lantas di bawah perbankan, saat ini sektor industri keuangan lainnya yang sudah dimanfaatkan masyarakat adalah asuransi, pembiayaan, dan lainnya.
Untuk itu sektor industri jasa keuangan juga diminta semakin lebih aktif atau lebih banyak terlibat dalam berbagai program literasi dan inklusi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/keuangan_20160503_193508.jpg)