Pemkot Solo Temukan Puluhan Peserta JKN-KIS Tak Bayar Iuran
Integrasi akan dilakukan Pemkot dengan catatan bagi warga yang menunggak diminta melunasi seluruh tunggakan tersebut.
Penulis: Imam Saputro | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menemukan puluhan peserta Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (KIS) mandiri yang tak membayar premi bulanan.
Mereka tak mampu bayar iuran antara sebulan hingga mencapai beberapa tahun.
"Iurannya mencapai 125 ribu, itu memang cukup memberatkan bagi warga yang rentan miskin," kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Rabu (18/4/2018).
"Makanya bagi yang kesulitan bayar itu tiap bulan, yang nunggak dilunasi dulu, kemudian ikut ke KIS yang dibiayai APBD saja, "kata Rudy, sapaan FX Hadi Rudyatmo, memberikan solusi.
Baca: Puluhan Ribu Warga Belum Terlindungi JKN, Kelurahan di Solo Diminta Aktif Mendata
Integrasi akan dilakukan Pemkot dengan catatan bagi warga yang menunggak diminta melunasi seluruh tunggakan tersebut.
"Yang nunggak itu dibayar dulu, baru daftar yang dibiayai APBD, "tegasnya.
Dia mengatakan seluruh warga Kota Bengawan harus terdaftar dalam program JKN-KIS.
"Manfaatnya sangat banyak sekali, jadi semua harus ikut, baik yang bisa mandiri atau dari APBD, " ujar Rudy.
Hingga Selasa (17/4/2018), Pemkot telah diterbitkan kartu JKN-KIS untuk 43.192 KK terdiri atas 107.011 jiwa yang premi atau iurannya dibiayai dari APBD Kota Solo.
Berbagai upaya pemenuhan layanan kesehatan bagi warga Kota Bengawan terus dilakukan Pemkot.
Baca: UNS Solo Siapkan Surat Peringatan Bagi Siswa yang Lulus SNMPTN Tapi Tak Registrasi Ulang
Di antaranya layanan kesehatan gratis di Puskesmas.
Serta cek laboratorium delapan item meliputi pemeriksaan kadar gula, kolesterol total, trigliserida, SGPT, SGOT, ureum, kreatinin dan asam urat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kartu-kis_20180418_170154.jpg)