Breaking News:

12 Kali Berturut-turut, Laporan Keuangan Rumah Zakat Wajar Tanpa Pengecualian

Laporan keuangan Rumah Zakat (RZ) 2017 kembali mendapat opini WTP dari Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradireja, Suhartono.

Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Daryono
ISTIMEWA
Logo baru Rumah Zakat yang diluncurkan di Jakarta, Rabu (1/3/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Laporan keuangan Rumah Zakat (RZ) 2017 kembali mendapat opini WTP dari Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradireja, Suhartono.

Dan hasilnya RZ memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut, untuk ke-12 kalinya.

"WTP adalah opini tertinggi dalam audit laporan keuangan yang menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia," ujar CEO Rumah Zakat, Nur Efendy, melalui release yang dikirimkan kepada Tribunsolo.com, Jumat (18/4/2018).

Sesuai dengan UU No. 23 tahun 2011 bahwa Lembaga Amil Zakat harus diaudit, maka opini WTP ini adalah bentuk transparansi pengelolaan dana umat yang diamanahkan kepada RZ.

Baca: Cerita Kolektor Uang Kuno di Pasar Sabtu Karanganyar, Pernah Beli Uang Gulden Keluaran 1810

Sepanjang tahun 2017, RZ telah mengelola dana ZIS para donatur dengan berbagai program pemberdayaan yang terdapat di 1.056 Desa Berdaya yang tersebar di 172 Kota dan Kabupaten dan 21 provinsi di Indonesia.

Jumlah penerima manfaat di tahun 2017 mencapai 1.621.982 orang, yang mendapatkan layanan program di bidang Kesehatan (Senyum Sehat), Pendidikan (Senyum Juara), Ekonomi (Senyum Mandiri), dan Lingkungan (Senyum Lestari).

Seluruh program ini direalisasikan menjadi total 5.667.164 jumlah layanan bagi masyarakat di tahun 2017.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia, per September 2017, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,58 juta orang atau 10,12 persen.

"Dengan pengelolaan dana zakat yang produktif, kami berharap dapat membantu pemerintah dalam usaha pengentasan kemiskinan di Indonesia,” ungkap Nur.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved