Breaking News:

Pelaksanaan CFD Rawan Disusupi Agenda Politik, Begini Tindakan Pemkot Solo

Ini dilakukan sesuai arahan dari Tim Operasi Gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Panwaslu, hingga pihak kepolisian setempat.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Petugas Satpol PP Solo menyisir kawasan CFD dalam operasi gabungan berbau kampanye politik di CFD Solo, Minggu (6/5/2018) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pelaksanaan Car Free Day (CFD) Solo dianggap masih rawan untuk disusupi kegiatan atau kampanye politik di luar aturan.

Oleh karena itu, Pemkot Solo bakal memperketat pemantauan massa, meski belasan spanduk larangan kampanye telah dipasang di sepanjang CFD (Purwosari-Gladak).

"Kegiatan pantauan terus kami lakukan beberapa pekan ini," ujar Kepala Bidang Penegakan Perda, Satpol PP Solo, Arif Darmawan, kepada TribunSolo.com, Minggu (20/5/2018) siang.

"Memang belum ditemukan yang jelas-jelas berkampanye, tapi harus tetap waspada dengan kegiatan terselubung," tambahnya.

Baca: Spesial di Bulan Puasa 2018, Solos Bistro Geber Paket Berkat Ramadan

Sebelumnya, spanduk-spanduk anti politik di CFD dipasang oleh Dinas Perhubungan Kota Solo sebagai tindakan antisipatif kampanye di tempat umum.

Ini dilakukan sesuai arahan dari Tim Operasi Gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Panwaslu, hingga pihak kepolisian setempat.

Untuk sementara, pengawasan difokuskan terkait Pilgub 2018.

Sementara untuk pileg dan pilpres masih lebih longgar mengingat regulasi belum resmi diluncurkan.

"Jika ada atribut kampanye Pilgub Jateng 2018 akan kita tindak sesuai peturan, tapi jika ditemui atribut Pileg dan Pilpres akan diberi teguran, sebatas imbauan," tutup Arief. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved