PT Sriwahana Adityakarta Milik Almarhum HM Lukminto Bakal Melantai di Bursa Saham

Dalam proses IPO ini, PT Sriwahana Adityakarta menggandeng PT NH Korindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek

(KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG)
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - PT Sriwahana Adityakarta industri yang bergerak di bidang kertas, yakni perusahaan yang dikembangkan keluarga Almarhum HM Lukminto tengah berproses untuk melakukan Initial Public Offering (IPO).

Dalam proses IPO ini, PT Sriwahana Adityakarta menggandeng PT NH Korindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Perusahaan dengan Komisaris Utama Lenny Imelda Lukminto, yakni salah satu putri Alm HM Lukminto.

Presiden Direktur PT Sriwahana Adityakarta, Alim Susanto, menyampaikan go public atau melantai ke bursa saham adalah langkah awal bagi perseroan untuk mencapai tahapan bisnis yang lebih baik.

Baca: Ramadan, Penjualan Produk Elektronik di Kota Solo Meningkat

Dana yang akan diterima melalui go public ini akan digunakan perseroan sebagai tambahan modal kerja untuk menjamin kepastian suplai bahan baku bagi industri corrugated Sriwahana yang saat ini baru menggunakan 30 persen dari total kapasitasnya.

"Sehingga di usia 18 tahun ini, langkah go public sebagai langkah pendewasaan dengan tantangan utama adalah memenuhi pasokan kertas untuk area Jawa, khususnya Jateng, Jabar, Jatim," terangnya kepada wartawan, Senin (21/5/2018).

Nantinya, saat melantai ke bursa saham PT Sriwahana Adityakarta ini nantinya bakal berkode emiten SWAT.

PT Sriwahana Adityakarta pun telah melakukan paparan publik, sebagai bentuk tanggung jawab perseroan dalam tahapannya menuju perusahaan terbuka.

Baca: Puncak Kepadatan Arus Mudik, 8 Juta Kendaraan Diprediksi Masuk Solo pada H-2 Lebaran

Berdasarkan informasi PT Sriwahana Adityakarta akan melepas 22 persen saham dengan jumlah maksimal 750 juta lembar saham.

Pabrik kertas dengan produk utama paper box, paper cone, paper tube tersebut berlokasi di Jl Raya Solo-Jogja KM16 Bendosari, Sawit, Boyolali, dengan luas pabrik mencapai 42.000 meter persegi.
zac

Perusahaan ini akan menjaring modal dari masyarakat mengikuti PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), yang sudah lebih dulu terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Juni 2013.

Sementara itu, Direktur NH Korindo Sekuritas, Amir Suhendra, mengatakan IPO PT Sriwahana Adityakarta menawarkan jumlah saham sebanyak 750 juta lembar saham dan saham yang akan dicatatkan maksimal sebanyak 3,105 miliar lembar saham.

Baca: Peringatan 110 Tahun Kebangkitan Nasional, Ini Kata Ketua DPRD Solo

"Saham akan ditawarkan pada rentang nilai Rp 120 sampai Rp 200 per lembar," ujarnya.

Jadwal untuk pencatatan atau listing di BEI akan dilakukan Juni mendatang. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved