Tidak Ada Operasi Pasar, Bulog Subdivre III Surakarta Stabilisasi Pangan Lewat CBP serta GSHP

Untuk beras CBP yakni kualitas medium, Bulog menggelontor komoditas ke Pasar Legi dan Pasar Gede.

Tidak Ada Operasi Pasar, Bulog Subdivre III Surakarta Stabilisasi Pangan Lewat CBP serta GSHP
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Soloraya lakukan Sidak salah satunya komoditas beras di Pasar Gede Surakarta, Kamis (24/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Surakarta terus berupaya menjaga stabilitas harga serta pasokan kebutuhan pokok, khususnya beras pada Ramadan 2018.

Kepala Bulog Subdivre III Surakarta, Titov Agus Sabelia, berujar walaupun tanpa Operasi Pasar (OP), upaya lainnya untuk penekanan potensi kenaikan harga beras di saat terjadi peningkatan konsumsi telah dijalankan sejak awal April 2018.

"Sebagai pengganti OP kami canangkan pengendalian harga beras dengan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi beras medium menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP) serta gerakan stabilisasi harga pangan (GSHP)," terangnya kepada TribunSolo.com, Kamis (24/5/2018).

BUMN bidang pangan ini pun dalam upaya stabilisasi harga juga bersinergi dengan BUMN lain yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Persero, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dan Pertani.

Baca: Jika Jadi Presiden, Rizal Ramli akan Tangkap 100 Orang Paling Brengsek di Indonesia

Untuk beras CBP yakni kualitas medium, Bulog menggelontor komoditas ke Pasar Legi dan Pasar Gede.

Sedangkan Tiga BUMN lainnya tersebut dibagi ke tiga pasar yakni Pasar Nusukan, Pasar Jongke, dan Pasar Harjodaksino.

Beras medium dari CBP tersebut dibranding dengan nama Beras KITA, kemasannya masing-masing 5 kilogram.

Sementara, untuk serapan beras medium melalui program ketersediaanpasokan dan stabilisasi beras medium pengganti OP memakai CBP sudah terealisasi 5.580 kilogram.

Baca: DPR Sahkan UU Anti-Terorisme, Ini Sebagian Poin Pentingnya

Rinciannya di Pasar Harjodaksino yang disalurkan PT RNI sebanyak 1.000 kilogram, Pasar Nusukan yang disalurkan PT PPI sebanyak 2.000 kilogram, dan di Pasar Jongke oleh Pertani sebanyak 600 kilogram.

Sisanya, 1.980 kilogram adalah Beras Kita milik Bulog yang digelontor ke Pasar Legi dan Pasar Gede.

Selain itu, stok beras Bulog di Soloraya aman untuk lima bulan ke depan, volumenya hampir 20.000 ton dengan penyerapan beras dari petani saat ini rata-rata 200 ton-300 ton per hari.

"Upaya merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran, kami cukup yakin stok dan harga kebutuhan pokok selama Ramadan stabil karena gerakan stabilisasi pasar sudah dilakukan jauh hari," pungkasnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved