Breaking News:

Beri Kuliah Umum di IAIN Surakarta, Sri Mulyani: Masyarakat Jangan Su'udzon dengan Utang Indonesia

Bila saat ini saat ini PDB Indonesia sebesar Rp 14.000 triliun, maka 60 persennya tidak boleh mencapai sekitar Rp 8.400 triliun.

TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di IAIN Surakarta, Sabtu (26/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam kuliah umum di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menyampaikan terkait kondisi utang Indonesia.

Pihaknya menyebutkan adanya penurunan tren utang di Indonesia tiap tahunnya.

"Mulai dari tahun 2016 rasio hutang Indonesia yakni 2,92 persen, 2017 rasio hutang kita 2,55 persen, dan saat ini 2018 rasio hutang kita 2,18 persennya, dan juga harapannya di berikutnya dapat mencapai rasio 1,9 persen," ujarnya saat mengisi kuliah umum di IAIN Surakarta, Sabtu (26/5/2018).

Dan apabila dibandingkan dengan negara-negara lainnya, Indonesia masih di urutan bawah.

Baca: Pelaku Penembakan dengan Airsoft Gun di Jalanan Kleco Solo Mengaku Menyesal

Utang Indonesia masih di bawah negara-negara besar antara lain Yunani, Irlandia, Italian, Singapura, Belgium, Jerman, USA, dan New Zealand di mana hutangnya sangat banyak.

"Namun dari urutan kecil tersebut di dunia."

"Hoaks bagi utang Indonesia di sosial media sangatlah besar, ini meresahkan, dan masyarakat jangan su'udzon dulu terkait utang Indonesia," katanya.

Terkait utang, orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana World Bank ini menyebutkan, hal tersebut sudah diatur dalam Undang-undang Keuangan Negara.

Aturannya setiap tahun Indonesia boleh berutang dengan batas maksimal 3 persen.

Halaman
12
Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved