Meski Menang, Mahathir Mohamad Duga Ada Kecurangan dalam Penghitungan Pemilu Malaysia

PM 92 tahun tersebut mengaku koalisinya masih menghitung berapa banyak kursi yang hilang akibat klaim kecurangan dalam pemilu itu.

Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.COM/TV2 via Malaysia Kini
Mahathir Mohamad mengucapkan sumpah sebagai Perdana Menteri Malaysia, di Istana Negara, Kuala Lumpur, Kamis malam (10/5/2018) waktu setempat. 

TRIBUNSOLO.COM, KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyebut ada kecurangan dalam Pemilihan Umum ( Pemilu) 9 Mei lalu.

Diwartakan Channel News Asia Senin (28/5/2018), koalisi Pakatan Harapan yang dipimpinnya memang menjadi pemenang dengan merengkuh 112 dari 222 kursi parlemen.

Namun, Mahathir berkata terdapat kandidat dari koalisi, termasuk Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), tidak menang karena ada suara tidak sah di beberapa daerah pemilihan.

"Di sejumlah kasus, suara yang tidak sah itu mencapai 700-800."

"Jangan katakan kepada saya warga Malaysia sebodoh itu," ujar Mahathir, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Baca: Sebuah Ruko di Sumedang Terbakar Gara-gara Puntung Rokok yang Dibuang Sembarangan

PM 92 tahun tersebut mengaku koalisinya masih menghitung berapa banyak kursi yang hilang akibat klaim kecurangan dalam pemilu itu.

"Saya masih belum bisa memastikannya."

"Selain dari Bersatu, keluhan juga datang dari anggota koalisi lain," bebernya.

PM yang pernah menjabat di periode 1981-2003 itu tidak menampik ataupun mengiyakan ketika ditanyakan apakah Ketua Pemilu (EC), Hashim Abdullah, bakal diganti.

Baca: Solo Paragon Lifestyle Mall Fokus Penataan Sentra Kuliner

Dia menjawab, koalisi masih menunggu penghitungan akhir berapa banyak mereka kehilangan kuris dalam Pemilu ke-14 tersebut sebelum mengambil tindakan.

"Saya memahami jika dia (Hashim) berniat mundur."

"Namun, jika dia melakukannya dan ditemukan bukti pelanggaran, tindakan bakal menggunakan hukum yang berlaku," tegasnya.

Lebih lanjut, Mahathir menyatakan koalisi Pakatan Harapan juga mendiskusikan adanya permintaan bergabung dari mantan anggota Organisasi Nasional Malay Bersatu (UMNO).

Selain itu, mereka juga membahas berbagai isu setelah pemilu, maupun langkah setelah mantan Perdana Menteri Najib Razak tergusur dari kekuasaan. (Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahathir Sebut Ada Kecurangan dalam Penghitungan Pemilu Malaysia"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved