Ramadan 2018

Lampu Ting Akan Dikirab Bersama Tumpeng di Kirab Malam Selikuran Keraton Solo

Dipo mengatakan, selain 1.000 tumpeng yang akan dikirab, ada pula lampu ting untuk melengkapi perayaan malam seribu bulan di Solo.

Lampu Ting Akan Dikirab Bersama Tumpeng di Kirab Malam Selikuran Keraton Solo
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Pengageng Parentah Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH. Dipokusumo saat jumpa pers di Sasono Putro Keraton Surakarta Hadiningrat, Sabtu (2/6/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Setiap memasuki malam ke-21 Ramadan, Keraton Solo selalu menggelar prosesi malam selikuran yang ditandai dengan kirab seribu tumpeng.

Nasi tumpeng selanjutnya dirayah para abdi dalem maupun masyarakat.

Mereka meyakini, bahwa tumpeng tersebut membawa berkah bagi yang memperolehnya.

Untuk tahun ini, kirab 1.000 tumpeng akan digelar pada Selasa (5/6/2018) malam lusa.

Baca: 1.000 Tumpeng yang Dikirab pada Malam Selikuran Keraton Solo Akan Dibagikan untuk Warga

Seribu tumpeng yang diwadahi ancak cantaka itu nantinya diletakkan di atas lantai salah satu ruang di dalam tembok keraton.

Ancak cantaka merupakan wadah berbentuk kotak yang terbuat dari kayu.

Dipo mengatakan, selain 1.000 tumpeng yang akan dikirab, ada pula lampu ting untuk melengkapi perayaan malam seribu bulan di Solo.

“Kami juga bekerjasama dengan Kelurahan Baluwarti terhadap lampu ting yang akan diarak," kata Pengageng Parentah Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH. Dipokusumo saat jumpa pers di Sasono Putro Keraton Surakarta Hadiningrat, Sabtu (2/6/2018) malam.

"Namun jumlah pastinya kami belum menentukan, yang jelas pada saat kirab berlangsung lampu tersebut akan tetap kami siapkan,” katanya.

Baca: Keraton Solo Akan Kirab 1.000 Tumpeng untuk Menyambut Malam Lailatul Qadar

Lampu Ting ini digunakan sebagai penyambutan para sahabat Rasulullah yang pulang dari Jabal Nur dengan membawa wahyu Lailatul Qadar.

Dengan demikian, prosesi malam selikuran tersebut memberikan sebuah nilai pembelajaran bagi masyarakat untuk terus mengikuti ilmu yang diajarkan Rasulullah SAW.

Rute kirab lebih kurang sepanjang tiga kilometer dari Keraton Solo hingga Sriwedari.

Setelah sampai di Sriwedari, tumpeng yang disunggi kelompok abdi dalem, bakal didoakan ulama keraton. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved