Berawal Dari Titip Jual, Bisnis Aksesoris Batik Omah Seni Artika Berkembang hingga Luar Negeri

Awalnya bisnis ini dimulai dengan menjual karya karyanya di toko pakaian batik besar di Kota Solo seperti Gunawan Setiawan dan Mirota Jogya

Berawal Dari Titip Jual, Bisnis Aksesoris Batik Omah Seni Artika Berkembang hingga Luar Negeri
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Omah Seni Artika 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bisnis kerajinan aksesoris handmade bernama Omah Seni Artika ini menjadi salah satu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Solo yang cukup diperhitungkan.

Awalnya bisnis ini dimulai dengan menjual karya karyanya di toko pakaian batik besar di Kota Solo seperti Gunawan Setiawan dan Mirota Jogya.

"Saya pertama buat itu saya jual ke rumah rumah batik, kaya Gunawan Setiawan setelah laku akhirnya saya buat lagi," kata Owner Omah Seni Artika, Siti Muslikah kepada Tribunsolo.com Senin (4/6/2018) siang.

"Lalu saya coba ke toko lain sampai Mirota Jogya juga dan sekarang sudah ada 7 gerai," katanya.

Baca: Sidang Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Tio Pakusadewo Dituntut Enam Tahun Penjara

Siti menjelaskan bahwa saat ini, setiap bulan aksesoris harus ditambah.

Beberapa karyanya berupa kalung, anting, gelang pun juga kerap dipamerkan di berbagai pameran baik dalam maupun luar negeri.

"Usaha ini awalnya memang kita buat pemasarannya masuk ke toko toko seperti kerja sama," katany.

Selain menjual di toko, Siti juga kerap mengikuti event pameran di dalam negeri.

Baca: Perum Bulog Subdivre III Solo Sediakan 200 Kg Daging Kerbau Impor

"Kita sudah sering pameran di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Solo sedangkan produk kami sudah sampai di Prancis," ujarnya.

Siti juga pernah mengikuti pameran di Singapura.

Karya yang dijual oleh Siti beragam.

Dari awalnya hanya produk anting, gelang, kalung dari batik sekarang Siti juga menjual aksesoris dari batu-batuan alam.

Baca: Bukan Lagi Pasangan Suami Istri, Nafa Urbach Ogah Jaga Jarak dengan Zack Lee. Ini Buktinya

Mulai batu-batuan dari Kalimantan, mutiara dari Lombok hingga batu apung dari Pacitan.

Semua aksesoris tersebut dijual dengan bandrol mulai dari Rp 5 ribu hingga jutaan tergantung bahan aksesoris. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved