Perum Bulog Subdivre III Solo Sediakan 200 Kg Daging Kerbau Impor
Berkaca dari tahun sebelumnya, permintaan cukup banyak, karena daging kerbau beku dapat mengganti komoditas daging sapi
Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Surakarta selama periode April Dan Mei 2018 menargetkan untuk menyalurkan 200 kilogram (kg) daging kerbau beku.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Seksi Analisa Harga dan Pasar Perum Bulog Subdivre III Surakarta Doni Koeswardono.
"Dari total 200 kg tersebut saat ini telah disalurkan 100 kg kepada masyarakat," katanya kepada wartawan, Senin (4/6/2018).
Pihaknya menyebut daging kerbau beku tersebut diimpor dari India.
Baca: Bukan Lagi Pasangan Suami Istri, Nafa Urbach Ogah Jaga Jarak dengan Zack Lee. Ini Buktinya
Berkaca dari tahun sebelumnya, permintaan cukup banyak, karena daging kerbau beku dapat mengganti komoditas daging sapi.
Teksturnya hampir sama dengan daging sapi, walaupun memang dari segi serat lebih tinggi.
"Karena impor dari India, di sana daging kerbau yang dikonsumsi, sapi tidak karena disucikan," ujarnya.
Daging beku dijual di pasar murah, Rumah Pangan Kita (RPK), dan langsung di Kantor Bulog.
Baca: Puasa Ramadan Tak Surutkan Semangat TNI Bantu Rehab Rumah Warga di Baturetno, Wonogiri
Ia mengatakan harga daging kerbau dibanderol Rp 70 ribu per kilogram atau lebih murah dibandingkan dengan harga daging sapi yang saat ini di kisaran Rp 105 ribu kg.
"Harapannya daging kerbau ini dapat menjadi alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/daging_20160618_134145.jpg)