Breaking News:

Polri Tangkap 96 Terduga Teroris Sesudah Kerusuhan di Mako Brimob

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, hampir di semua provinsi terdapat sel kelompok teroris.

TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Polisi menjaga jalan masuk rumah warga terduga teroris di Desa Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (4/6/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -  Polri terus mengungkap jaringan teroris di Indonesia pascakerusuhan oleh narapidana terorisme di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

"Pascaperistiwa di Mako Brimob, 96 tersangka ditangkap di seluruh Indonesia," ungkap Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam rapat koordinasi lintas sektor di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Terakhir, Kepolisian menangkap terduga teroris di Lampung.

Dari jumlah 96 tersebut, sebanyak 14 orang tewas ditembak.

Sebab, mereka melakukan perlawanan pada saat penangkapan.

Tito menjelaskan, jaringan teroris masih ada di beberapa wilayah di Indonesia.

Karena itu, Polri dan TNI melakukan pendeteksian dan menekan jaringan-jaringan tersebut.

"Kita semua sedang bekerja keras, Polri maupun bersama teman-teman jajaran TNI untuk deteksi," kata Tito, dilansir TribunSolo.com dari Kompas.com. 

"Kemudian menekan jaringan-jaringan ini, terutama jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD, Red)," ujarnya.

Tito mengatakan, hampir di semua provinsi terdapat sel kelompok teroris.

Menurut dia, ada sel yang aktif dan ada yang tidak begitu aktif.

Tito telah meminta kepada pimpinan Densus 88 Anti-Teror untuk membagikan informasi ini kepada Kapolda di seluruh Indonesia.

Belajar dari kasus teror bom yang terjadi di Surabaya, kata dia, sel yang dianggap tidak aktif justru melakukan aksi teror. (Kompas.com/Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Setelah Kerusuhan di Mako Brimob, Polri Tangkap 96 Terduga Teroris

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved