Breaking News:

KPK Menduga Uang yang Disita saat OTT Bupati Purbalingga Berkaitan dengan THR Lebaran

Dalam OTT tersebut, ditemukan barang bukti uang sejumlah Rp100 juta dan satu unit mobil Avanza.

Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bupati Purbalingga Tasdi 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Operasi kali ini dilakukan di Purbalingga, Jawa Tengah yang melibatkan Bupati Purbalingga, Tasdi (TSD).

Dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com, dalam OTT tersebut, ditemukan barang bukti uang sejumlah Rp100 juta dan satu unit mobil Avanza.

Terkait barang bukti Rp100 juta itu, KPK menduga uang suap yang diterima TSD berkaitan dengan THR.

"Di dalam monitoring kami, itu (Rp100 juta) bukan penyerahan pertama, tapi itu akan kami dalami lebih dulu"

"Oleh karena itu yang baru kami sebut Rp100 juta, yang bersangkutan diduga juga menerima," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Baca: Profil Singkat Bupati Purbalingga, Tasdi, Dulu Pernah Jadi Sopir Kini Tersangka KPK

"Kalau saat ini desakannya memang bapak mau Hari Raya, tapi enggak tahu ya itu bahasa desakan atau bukan, perlu kami selidiki lebih lanjut," tambahnya.

KPK menduga TSD menerima uang suap sebesar Rp100 juta dalam kasus suap proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap 2 tahun 2018 senilai Rp22 miliar.

Namun, uang suap Rp100 juta itu bukanlah suap keseluruhan.

Sebab, Agus menerangkan komitmen fee yang dijanjikan tiga orang pemenang tender, Hamdani Kosen (HK), Librata Nababan (LN), dan Adirawinata Nababan (AN), yakni sebesar 2,5 persen dari nilai proyek atau Rp500 juta.

Baca: Investasi Indonesia Dituding Hanya untuk Cina, Korea, dan Jepang, Begini Jawaban Jokowi

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved