Peringati 20 Tahun Reformasi, Gerakan Selamatkan Indonesia Gelar Agenda Diskusi Publik

Diskusi publik ini diadakan dengan tema Memaknai Kembali Pancasila dan UUD 1945 Dalam Menghadapi Indonesia Darurat Korupsi

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Putradi Pamungkas
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), Rocky Gerung saat diskusi publik di Ralana Resto Slamet Riyadi, Solo, Sabtu (9/6/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dalam memperingati 20 tahun Reformasi, Gerakan Merawat Indonesia yang didukung oleh Gerakan Selamatkan Indonesia mengadakan diskusi publik di Ralana Resto Slamet Riyadi, Sabtu (9/6/2018) sore.

Diskusi publik ini diadakan dengan tema Memaknai Kembali Pancasila dan UUD 1945 Dalam Menghadapi Indonesia Darurat Korupsi.

Beberapa narasumber yang hadir antara lain Paslon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Sudirman Said.

Selain itu ada Dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), Rocky Gerung, seniman dan aktivis organisasi sosial Ratna Sarumpaet turut hadir sebagai narasumber.

Baca: Elektabilitas di Pilgub Jateng 2018 Hanya 13,6 persen, Begini Tanggapan Sudirman Said

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan masyarakat dan pejabat tinggi negara bisa memaknai kembali apa arti pancasila dan UUD 1945.

Dalam diskusi ini juga dibahas mengenai faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya korupsi dan bagaimana formula untuk memberantas korupsi.

Selain itu, Dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), Rocky Gerung, juga menjelaskan bawah seorang pemimpin harus mampu membuat huru hara.

Baca: Kerap Tampil Seksi, Apa Jadinya Jika Selvi Kitty Berbusana Muslim Tertutup? Yuk Intip Fotonya

"Huru hara dalam pikiran masyarakat, bukan huru hara karena terorisme, radikalisme tapi huru hara agar kita bertukar pikiran," katanya yang langsung mendapat sambutan dari peserta yang hadir.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dan dimulai pada pukul 15.00 WIB.

"Harapan kami khususnya untuk wilayah Jawa Tengah semoga Gubernur yang terpilih merupakan gubernur yang amanah dan bersih dari tindakan korupsi," kata Ketua Pelaksana, Hari Sapto Pramono. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved