Seorang Pria di Turki Ditangkap Usai Seekor Anjing Ditemukan dalam Kondisi Kaki dan Ekor Terpotong

Polisi setempat menahan seorang operator mesin kontraktor pada Sabtu (16/6/2018) sehubungan dengan kematian anak anjing itu.

Penulis: rika apriyanti | Editor: Daryono
Kolase TribunSolo.com
Presiden Turki, Erdogan (kiri), Anak anjing yang ditemukan dalam kondisi kaki dan ekor dipotong (kanan) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti

TRIBUNSOLO.COM - Seekor anak anjing ditemukan di hutan dalam kondisi sangat memperihatinkan.

Seseorang telah tega memotong kaki dan ekornya.

Anak anjing tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Namun, anak anjing itu mati selama operasi berlangsung di Spanca, Sakarya, Turki.

Setelah peristiwa itu, pihak berwenang telah menangkap seorang pria.

Baca: Kapal Pariwisata di Danau Toba Putus Kendali, Puluhan Penumpang Menceburkan Diri

Polisi setempat menahan seorang operator mesin kontraktor pada Sabtu (16/6/2018) sehubungan dengan kematian anak anjing itu.

Dilansir TribunSolo.com dari Metro.co.uk, kasus kekejaman ini telah menyebabkan kemarahan besar di negara tersebut.

Pada Minggu (17/6/2018), Presiden Turki, Tayyip Erdogan pun angkat bicara mengenai hal ini.

Erdogan berjanji bahwa undang-undang hak asasi hewan Turki akan diubah setelah pemungutan suara 24 Juni 2018 mendatang.

"Baik di rumah atau di jalan, kami akan mempertimbangkan hukum dan mengevaluasinya."

"Operator ini ditangkap kemarin."

"Pihak berwenang di Sapanca memerintahkan penangkapannya," kata Erdogan.

Baca: Cerita Jokowi Disodori Foto Berbingkai oleh Seorang Warga Solo untuk Ditandatangani

Insiden itu memicu unjuk rasa antar pendukung kandidat presiden di Turki.

Ketika gambar dan video anak anjing itu di media sosial, baik pejabat pemerintah dan politisi oposisi mengecam tindakan itu.

Kelompok hak asasi hewan mengatakan hukuman Turki untuk kekejaman terhadap hewan terlalu lunak.

Amandemen undang-undang yang berkaitan dengan hak-hak hewan telah ada dalam agenda parlemen selama berbulan-bulan, tetapi hanya sedikit kemajuan yang telah dibuat.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved