Breaking News:

Gubernur BI Perry Warjiyo: Fokus Instrumen Makroprudensial, Dorong Sektor Perumahan

Karena sektor perumahan merupakan sektor utama yang dinilai berpotensi memberikan dampak ke pertumbuhan ekonomi.

TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Perry Warjiyo di Gatak, Sukoharjo (18/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyebutkan di tengah rencana BI menaikkan kembali suku bunga atau BI 7-Day Repo Rate, kemungkinan diikuti juga dengan pelonggaran kebijakan makroprudensial dalam bentuk Loan to Value (LTV).

"Hal tersebut akan menjadi bahasan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 27-28 Juni 2018," terangnya kepada wartawan, saat ditemui dalam kunjungannya di SMPN 1 Gatak Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (18/6/2018).

Pihaknya menyebutkan adanya beberapa sektor rasio uang muka LTV yang masih bisa dilonggarkan yakni mengenai termin pembayaran KPR di mana disesuaikan progres dari pembangunan perumahan.

Selain masalah DP, lanjut Perry, termin pembayaran kredit perlu disesuaikan dengan progres pembangunan perumahan, dan lainnya.

"Sehingga tujuannya antara lain memajukan sektor perumahan, dan menggerakkan tenaga kerja ataupun menggerakkan multyplayer effect lainnya," ujarnya.

Baca: BCA Finance Berikan Beasiswa S1 untuk 100 Orang, Begini Syarat dan Cara Mendaftarnya

Karena sektor perumahan merupakan sektor utama yang dinilai berpotensi memberikan dampak ke pertumbuhan ekonomi.

Adapun instrumen makroprudensial, khususnya untuk mendorong sektor perumahan merupakan satu dari empat langkah yang akan dilakukan Perry Warjiyo untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dalam masa jabatannya.

Fokusnya yakni menjaga stabilitas ekonomi nilai tukar rupiah.

Pihaknya mengandaikan, apabila BI punya 1 jamu pahit yakni kenaikan suku bunga, maka BI masih punya punya penawar yakni 4 jamu manis.

Untuk rupiah, Perry bakal mengatur tingkat suku bunga acuan, intervensi ganda ke pasar uang, serta surat utang, juga sinergi antara perbankan dan pelaku usaha.

"Sehingga stabilitas tetap terjaga, pertumbuhan ekonomi bisa terus terdorong," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved