Breaking News:

Produk Lokal di Solo Diharapkan Punya Legalitas Serta Bisa Masuk Pasar Digital

Pihaknya menyebutkan, saat ini dari jumlah UMKM yang sudah go online baru sekitar 10 hingga 20 persen dari 3.200 UMKM di Surakarta.

Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Suasana UKM Expo, yang digelar di Atrium Solo Paragon Lifestyle Mall, yang digelar pada 21 hingga 24 Juni 2018 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Era digital memiliki efek yang besar bagi dinamika kehidupan, antara lain bagi sektor perdagangan.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop dan UMKM) Surakarta Nur Haryani.

Pihaknya menyebutkan, saat ini dari jumlah UMKM yang sudah go online baru sekitar 10 hingga 20 persen dari 3.200 UMKM di Surakarta.

"Maka dari itu, sangat perlu edukasi bagi pelaku UMKM terutama di daerah, hingga skala kelurahan," terangnya kepada TribunSolo.com, saat ditemui usai membuka UKM Expo 2018, di Solo Paragon Lifestyle Mall, Kamis (21/6/2018).

Baca: Dirjen Perhubungan Udara: Arus Balik Lebaran 2018, Pelayanan Dimaksimalkan Hingga H+8 Lebaran

Karena melalui penjualan online, produk lokal terbukti efektif dan efisien mendapat akses pasar yang luas.

Selama ini Dinkop dan UMKM Surakarta telah melakukan banyak upaya agar UMKM di Surakarta dapat memanfaatkan penjualan online.

Antara lain dengan menyelenggarakan pelatihan, juga bekerjasama dengan startup-startup besar seperti Bukalapak.

Sementara itu Daryono selaku penyelenggara event UKM Expo, dari Sinergi Event juga selaku Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Jawa Tengah berujar produk lokal juga sebagai karakteristik juga daya tarik wisata.

Baca: Survei Terbaru LSI Denny JA, Elektabilitas Ganjar-Yasin 54 Persen, Sudirman-Ida 13 Persen

Sehingga semakin luas dikenal, akan Semakin menjadi nilai tambah juga bagi wisata Kota Solo.

"Terutama promosi juga penjualan melalui pasar online, di era digital seperti saat ini hal tersebut sangatlah penting.

Selain masuk di dunia digital, lanjut Daryono, UKM Expo juga menggiring para pelaku untuk mendaftarkan produk mereka untuk bisa mendapatkan legalitas.

"Karena dengan legalitas produk, akan menjadi nilai tambah bagi produk UMKM, menjaga keorisinilan produk, profesionalisme UMKM, serta menambah kepercayaan masyarakat terhadap produk tersebut," tambahnya.

Sementara itu selama gelaran, sebanyak 34 stan yang terdiri dari 59 UMKM akan mengikuti perlombaan produk terbaik.

Hal tersebut dilaksanakan panitia, agar lebih banyak lagi potensi produk lokal di Surakarta. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved