Mudik Lebaran 2018

Meningkat 47 Persen, Jumlah Pemudik Gratis 2018 Kemenhub Mencapai 245 Ribu Orang

Ia menganggap, bertambahnya jumlah pemudik tahun ini disebabkan semakin mudahnya pendaftaran mudik gratis secara online.

Meningkat 47 Persen, Jumlah Pemudik Gratis 2018 Kemenhub Mencapai 245 Ribu Orang
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Deretan bus pemudik gratis Kemenhub sebelum diberangkatkan di Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Jumat (22/6/2018) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Total 245 ribu pemudik gratis program Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tercatat pada masa angkutan Lebaran 2018.

Jumlah tersebut meningkat 47 persen dibanding 2016, yakni sebanyak 116 ribu orang.

Kasubdit Angkutan Barang, Direktorat Jendral Perhubungan Darat, Kemenhub, Denny Kusdiana,menyatakan, tekah menyediakan tiga moda angkutan Lebaran gratis pada 2018.

“Kemenhub nenyediakan truk, bus dan kapal penyeberangan, karena sasaran kita memang pemudik yang menggunakansepeda motor," jelasnya saat ditemui di sela melepas pemberangkatan bus balik gratis di Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Jumat (22/6/2018) pagi.

Baca: Ini Alasan Paslon Rohadi-Ida Undang Artis Dangdut saat Kampanye Terbuka di Karanganyar

Menurut Denny, pilihan tiga moda transportasi itu berdasarkan jarak yang ditempuh pemudik jauh dengan sepeda motor.

Selain itu, Kemenhub mencoba mengurangi kepadatan arus, serta menghindari kecelakaan lantaran jumlah kendaraan pribadi yang semakin meningkat.

Dia menjelaskan, program mudik gratis dengan bus menyasar 32 kota di Indonesia dengan 911 bus.

Khusus di Terminal Tirtonadi, diberangkatkan 69 bus dengan jumlah penumpang 3.105 orang.

Baca: 2 Orang Tewas Tersambar Kereta Api di Solo Beberapa Hari Terakhir, Polisi Duga Ada Faktor Kelalaian

Ia menganggap, bertambahnya jumlah pemudik tahun ini disebabkan semakin mudahnya pendaftaran mudik gratis secara online.

Ditamba, pelayanan tiket menggunakan barcode dianggap mampu mengurangi antrean pendaftaran peserta mudik.

“Selain online,kita juga mendata verifikasi, untuk tidak ada kecurangan pendataan," ungkapnya.

"Kita juga bekerjasama dengan paguyuban, sehingga dengan cara online, kuota bisa terlihat, dan tidak ada orang yang jadi penumpang gelap,” pungkasnya. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved