Tolak SP3 Kasus Sukmawati, Dewan Syariah Kota Solo Gelar Aksi dan Bakal Surati Kapolri

Hal itu dilakukan agar kepolisian tetap melanjutkan proses hukum terhadap Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan kasus penodaan agama.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Puluhan anggota DSKS berorasi membawa spanduk di depan Mapolresta Solo, Jumat (22/6/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) berencana mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Hal itu dilakukan agar kepolisian tetap melanjutkan proses hukum terhadap Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan kasus penodaan agama.

Sebelumnya diberitakan proses hukum dihentikan setelah Polri menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) Sukmawati tertanggal 17 Juni 2018. 

Divisi Advokasi DSKS, Endro Sudarsono, mengatakan, aksi turun ke jalan digelar untuk menolak SP3 kasus Sukmawati.

"Kami gelar aksi turun ke jalan, mendatangi Markas Polresta Solo untuk menyampaikan aspirasi kami supaya didengar Kapolresta Solo (Kombes Pol Ribut Hari  Wibowo) lalu disampaikan kepada Kapolri," jelasnnya ditenui di sela aksi, Jumat (22/6/2018) siang.

Baca: Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penghinaan Agama Puisi Sukmawati Soekarnoputri

Dalam aksi itu, puluhan orang turun ke jalan berikut membentangkan sejumlah spanduk menolak SP3 Sukmawati.

Seperti spanduk bertuliskan "Umat Islam Indonesia Meminta Kapolri Mencabut SP3 Sukmawati".

Di depan Mapolresta Solo, aksi digelar juga dengan menyampaikan orasi penolakan terhadap tindakan polisi menghentikan proses hukum tersebut.

Pasalnya, DSKS menganggap Sukmawati telah melanggar hukum dan proses hukum harus dilanjutkan.

Halaman
12
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved