Breaking News:

Selebrasi Berbau Politis Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka Berbuah Ancaman Sanksi FIFA

Baik Shaqiri maupun Xhaka sama sama membuat simbol lewat tangannya seperti burung yang mengepakkan sayap dan menempelkannya di tengah dada

Editor: Putradi Pamungkas
Kompas.com
Gelandang Swiss, Granit Xhaka, merayakan golnya ke gawang Serbia pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2018 di Kaliningrad, 22 Juni 2018 

Kepindahan Shaqiri ternyata disebabkan dengan kegaduhan yang terjadi di Kosovo dengan pemerintah Serbia.

Kosovo lalu mendeklarasikan kemerdekaannya dari Serbia pada tahun 2008, namun tidak diakui sebagai bangsa yang berdaulat oleh Serbia.

Kisah yang hampir mirip pun dialami oleh Xhaka.

Ayah Xhaka sebelumnya berpartisipasi dalam demonstrasi menentang pemerintahan komunis Yugoslavia di Kosovo.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2018, Pertarungan Krusial Jerman

Akibatnya, sang ayah harus dipenjara dengan hukuman yang lama setelahnya.

Hubungan politik Albania dan Serbia inilah yang membuat kedua pemain ingin menyampaikan pesan tersebut lewat selebrasi gol ke gawang Serbia.

Bahkan, setelah pertandingan, Xhaka mengunggah gambar perayaannya di Instagram miliknya.

Dalam unggahan tersebut, gambar selebrasi Xhaka disertai dengan teks yang juga cukup kontroversial.

"(Lihat) ini Serbia, inilah mengapa mereka memanggilku Granit Kosovo!” dalam sebuah bahasa Albania jika diterjemahkan secara kasar.

Baca: Undangan Pernikahannya dengan Caisar Beredar, Almaratu Intan Pamerkan Cincin Awal Bulan Lalu

Xhaka lalu menghapus postingan tersebut dan menggantinya dengan gambar dari perayaannya bersanding dengan Shaqiri

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved