Breaking News:

Kepala Kesbangpol Karanganyar Paparkan Metode 123 Cegah Dampak Buruk Berita Hoaks

Karena itu, menurut Agus, moralitas dalam bermedia sosial termasuk musuh yang dihadapi bangsa Indonesia.

TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Kepala Kesbangpol Kabupaten Karanganyar, Agus Cipto Waluyo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Era media sosial juga menjadi momen keterbukaan terhadap munculnya paham ekstrem kiri dan kanan.

Hal itu diungkapkan Kepala Kesbangpol Kabupaten Karanganyar, Agus Cipto Waluyo, di hadapan anggota Himpunan Putra-Putri Angkatan Darat (Hipakad) Soloraya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (8/7/2018).

Beberapa informasi yang beredar di antaranya, kata Agus, juga bisa menjadi berita bohong (hoaks) yang berdampak buruk kepada masyarakat.

Karena itu, menurut Agus, moralitas dalam bermedia sosial termasuk musuh yang dihadapi bangsa Indonesia.

Baca: Politikus PKS Ini Sebut Anies-Aher Opsi Ideal untuk Lawan Petahana di Pilpres 2019

"Kalau kita mudah percaya informasi di medsos, ini akan merusak."

"Hoaks di medsos betul betul diwaspadai," kata Agus.

Untuk mengantisipasinya, Agus memaparkan metode 123 dalam menindaklanjuti informasi hoaks.

Satu merujuk pada satu menit seseorang untuk membaca sebuah berita di media sosial.

Baca: Gara-gara Oli, Warga Banyuanyar Solo Ini Terluka saat Insiden Bus Terbakar di Kawasan UNS Solo

Setelah membaca, masuk dalam tahap dua.

Dua merujuk pada waktu seseorang merenungkan apakah berita tersebut bernilai positif atau negatif selama dua menit.

"Lalu, dalam tiga menit, kita putuskan, informasi ini dibiarkan, dihapus atau dibagikan," ucapnya. (*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved